Di balik keindahan Menara Eiffel, Paris adalah Kota Yang berbahaya

Paris adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dituju oleh para wisatawan didunia. Pada tahun 2013, total turis yang berkunjung di kota Paris sebanyak 15,6 juta jiwa pengunjung internasional.  Jumlah pengunjung terbesar di antaranya berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Italia dan China.

Maka jangan heran ketika berkunjung ke Paris harus extra berhati-hati. Seperti pengalaman yang baru-baru ini saya lalui.

Selama 6 bulan terakhir sudah dua kali saya mengalami kecopetan. Yang pertama handphone dan yang baru-baru ini adalah dompet. Padahal saya sudah hampir 2,6 tahun tinggal dan hidup di negara tersebut, dan baru tahun ini dapat apesnya.  Walaupun saya mengalami kecopetan untungnya barang-barang tersebut kembali kesaya tidak lebih dari 24 jam.

Pengalaman yang pertama :

Ketika handphone dicopet waktu itu adalah dimusim dingin bulan januari, tepatnya di depan Sacré-Cœur, Montmartre.

Pada saat itu cuaca sangat dingin dan bersalju.  Saya bersama 3 orang teman yang berasal dari Indonesia, seperti biasanya setiap hari jum’at kami selalu bertemu di Paris. Entah itu makan siang bersama atau hunting foto dan bahkan keliling dari satu distrik di Paris ke distrik lainnya.

Di hari kejadian itu, saya tidak bisa mengambil foto dengan kamera yang saya bawa. Lantaran salju turun dan saya tidak bisa menggunakan kamera DSLR saya.

Tips pertama : “Bergayalah seakan-akan anda bukan turis”

Akibatnya saya menggunakan handphone untuk berselfie dengan seorang teman saya. Beberapa menit saya melakukan selfie, salah satu teman memanggil saya untuk berpose bersama. Dia berkata “Vi, kesini kita bikin boomerang.”

Saya pun akhirnya mendatanginya sambil memasukan handphone yang ada ditangan kedalam saku mantel yang saya pakai. Biasanya saya selalu memasukan barang-barang berharga kedalam tas ransel yang saya pakai kemudian saya memakainya didepan dada.

Entah kenapa pada hari itu saya tidak memasukan kedalam tas.

Tips kedua : ” Ketika ingin berkeliling kota paris janganlah membawa peta, dan usahakan untuk mengingat jalan tersebut. Dengan artian, anda bisa menggunakan aplikasi di handphone. Jika anda menggunakan peta untuk kemana-mana, maka ada akan terlihat seperti turis dan andalah yang akan menjadi salah satu target si pencopet.” Peta-Paris

Pada saat kami berpose, ada salah satu bapak sebut saja namanya si A telah memanggil saya dan beliau memberitahukan saya dan bahwa ada orang yang telah mencopet barang saya.

Beliaupun menunjukan pencuri tersebut yang telah berjalan kaki dan ingin meninggalkan Sacré-Cœur dengan memakai headphone.

Ketika saya memanggil si pencuri, dia tidak bisa mendengarkan teriakan saya. Bahkan tidak menengok sedikitpun.

Saya akhirnya menghentikannya dan bertanya tentang handphone saya yang telah hilang.

Tidak sampai 10 menit akhirnya 2 orang polisi datang ( karena si A yang membawa pak polisi). Kamipun menjelaskan apa yang telah terjadi. Para tersangka masih mengelak, bahwa bukan mereka yang mengambil (Polisi di Perancis tidak bisa langsung menggeledah tersangka, karena di perancis ada undang-undang tersendiri.

Jika saja saya mengabaikan panggilan bapak tersebut barang saya akan hilang seketika.

Akhirnya salah seorang teman saya mencoba menelpon, dan disaat bersamaan hp langsung dilepar oleh salah satu pencuri tersebut. Saya akhirnya histeris kerana saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa handphone dialah yang telah mengambil.

Terang saja, hanya saya salah satu saksi yang melihat karena sayalah yang berdiri tepat di depan si pencuri.  Dia !! si pencuri tetap saja tidak mau mengaku dan akhirnya lari, dan salah seorang polisi mengejarnya dengan membawa handphone yang telah dia ambil setelah di lempar si pencuri.

Kamipun menunggu pak polisi kembali sekitar 10 menit. Tapi hasilnya nihil, pencuri kabur. Dan kabar baiknya lagi handphone saya akhirnya kembali.

Catatan : “Para target si pencopet biasanya adalah wisatawan Asia. Dan merekalah target utama, dibandingkan dengan wisatawan barat. Seperti amerika atau eropa.

Wisatawan asia, biasanya membawa uang cash yang paling banyak, karena mereka sangat suka belanja dengan merk terkenal, seperti Dior, LV, Burberry dan lain sebagainya.”

Pengalaman yang kedua :

Kecopetan kedua yang baru-baru ini saya alami bertepat di Châtelet – Les Halles, Paris pada tanggal 15 july. Maksud hati ke Paris karena saya dan tunangan ingin membeli sesuatu.

Pada saat urusan telah selesai akhirnya kami berdua berdiskusi di jalan, apa yang akan kami lakukan sore ini, karena waktu menunjukan pukul 4 sore.

Dan kami memutuskan untuk mampir di salah satu Bar yang lumayan terkenal di sekitar Châtelet (sayangnya saya lupa nama bar tersebut. Didalam bar tersebut, ada salah satu ruang yang di disain seperti pesawat di ruang angkasa dalam film Star Trek)

Sesampainya kami dibar, kami memesan dua minuman, pada saat itu bukan happy hour (Happy Hour adalah waktu dimana harga minuman menjadi lebih murah, biasa mencapai setengah harga dari harga normal) karena kami datang di hari sabtu dan bukan happy hour. Kami membayar cocktail sebesar hampir 18 euro.

Kami biasa membayar selalu menggunakan kartu. Kami juga tidak pernah membawa uang cash lebih dari 50 eur. Pada hari itu saya dan pasangan tidak membawa uang cash maka kami membayar menggunakan kartu.

Biasanya sayalah yang memegang kartu. Entah kenapa di hari itu dia lupa memberikan kembali kesaya. (Salah satu pertanda sebelum kejadian).

Tips ketiga : “Jangan membawa uang cash dalam jumlah yang cukup banyak. Dan belajarlah membayar dengan menggunakan kartu atm. Euro-money

Setelah selesai dibar tersebut, saya sedikit dilema karena ingin menonton film tetapi waktunya sangat mepet, kamipun memutuskan  untuk pulang. Pada saat kami sampai di metro 14 Châtelet, tunangan saya meberitahukan bahwa tas saya terbuka !! Saya akhirnya dengan cepat memeriksa isi tas tersebut.

Ketika saya mengecheck isi tas, tas saya agak kosong hanya tersisa dompet kecil yang beisi koin euro, handphone dan kacamata. Sedangkan agenda dan dompet yang berisi kartu ijin tinggal, beserta atm bank indonesia dan yang lainnya lenyap seketika*

 “kami sangat beruntung, karena kartu atm bank perancis ada di dompet pasangan saya, kalau tidak si pencuri akan berrbelanja dengan sesuka hati”

Dan lebih untungnya  lagi saya tidak pernah membawa uang cash. Jadi saya tidak merasa rugi apapun kecuali tds yang telah hilang.

Tips keempat: “Jangan pernah lalai membawa barang bawaan” Tastangan

Sesampainya saya dirumah, saya langsung menelpon bank saya yang ada di indo untuk di blokir agar lebih aman. Setelah menelpon, saya langsung menyiapkan makan malam sambil berdiskusi dengan tunangan saya untuk melaporkan ke kantor polisi. Kami berencana akan melaporkan kejadian tersebut di keesokan harinya.

Beberapa jam kemudian, sambil menunggu pizza yang telah saya panggang, tunangan saya berkata “Ada wanita yang kirim pesan di Facebook ku”!!. Ketika kami buka pesan, ada seseorang yang telah menemukan dompet saya (thanks god). 

Wanita tersebut mencoba mencari saya di FB, mungkin karena banyak orang indonesia menggunakan dengan nama yang sama diapun tidak bisa menghubungi saya. Pada akhirnya dia mencari dengan nama ibu dari tunangan saya, yang dia dapat di salah satu kartu member toko, dan lagi dia tidak bisa menemukan, karena beliau tidak menggunakan media sosial.

Dia pun mencoba lagi dengan mencari nama tunangan saya di salah satu kartu perpustakaan. Akhirnya dia bisa berkominikasi dengan kami. Setelah tiga kali mencari kontak di FB.

Dan kami membuat janji dikeesokan harinya untuk bertemu di Paris. Ketika saya menerima dompet , isi dompet saya masih lengkap dan tidak satupun yang hilang. Ya saya sangat beruntung !!

Saya pikir si pencuri agak kecewa, karena isi dompet hanya berupa kartu-kartu toko, atm indonesia yang tidak bisa dia gunakan, dan juga ada 4 tiket bioskop (tapi kenapa tidak dia ambil ya tiket bioskopnya ? padahal dia bisa nonton film apa saja sepuasnya).

Tips kelima : “Jika anda mempunyai Akun Facebook, buatlah dengan nama asli kalian. Jika anda kehilangan sesuatu, orang yang mendapatkannya bisa menghubungi anda secara langsung”.

Sekarang saya agak trauma untuk membawa dompet dan kartu ijin tinggal saya. Jika kartu tds tersebut hilang maka saya harus membayar seharga 269 eur dan mengurus ulang lagi. Ini informasi yang saya dapat dari salah satu group yang ada di facebook.

Ini adalah pengalaman saya yang tidak bisa saya lupakan begitu sajaselama di Perancis.

Catatan :” Buat kalian yang akan berkunjung, jangan lupa selalu waspada, khususnya di tempat keramaian salah satunya Métro, tempat tersebutlah yang paling rawan dan banyak pencopet”.

Silvi

13 thoughts on “Di balik keindahan Menara Eiffel, Paris adalah Kota Yang berbahaya

  1. Hai Silvi tips nya berguna banget 😉 . Saya pernah sekali ke menara eiffel sama 2 teman asal Indonesia. Wah hampir dekat menaranya banyak pengemis dg bbrp modus yg intinya tetap minta duit. Trus ada juga yg nawarin utk potret, berhub. saya sdh baca2 dulu di internet katanya tuh ada yg minta duit ujungnya malah hati2 kamera dibawa kabur.. Eh termasuk ada 1 hal yg lucu, ada seorg bpk yg jatuhin cincin dekat saya, entah modus cari perhatian atau ga tahu apaan deh 😀 .

    1. Hai emak Ben, makasih ya sudah mau mampir 🙂
      Untungnya dirimu sudah nyari info dulu ya sebelum berangkat. Bener apa yang kamu bilang di Paris banyak banget pengemis, saya saja waktu pertama kali disini agak kaget dengan pemandangan yang seperti itu.

      Ngomong-ngomong cincin, biasa itu modus loh mak ben…mesti berhati-hati, saya juga pernah ngeliat tapi saya cuekin aja, takutnya malah apa-apa. Entah kita yang akan di tuduh nyuri cincinnya atau apalah, bisa saja hal yang buruk terjadi dgn kita akibat kita mungut cincin yang jatuh…

      1. Iya Sil aku cuekin sih bpk tsb, aneh banget kan dia disebelahku tiba2 ada cincin di kakiku. Aku pergi aja tanpa komen haha. Eh termasuk banyak yg nawarin dagangan semacam gantuangan kunci, sdh ditolak masih ngikutin juga 😀 .

        Btw komen2ku pakai id wp sptnya masuk spam deh, jadi aku pakai G+ nih.

  2. Waduh serem banget yah Silvi, sering denger cerita banyak copet sih di Paris.. emang apes banget deh kalau lagi jalan2 terus kecopetan.. Untunglah semuanya sudah lewat dan kamunya baik2 saja.. 🙂

  3. Hai Silvi, kunjungan balik 🙂

    Wah, pas banget kami ada rencana liburan ke Paris dalam waktu dekat. Sering baca sih tentang banyak kejadian ga mengenakkan di Paris. Trus baca ceritamu ini jadi beneran deh harus ekstra hati2. Terima kasih ya sudah berbagi cerita, jadi beneran harus sangat waspada kalau di sana

    -deny-

Leave a Reply

%d bloggers like this: