Pengalaman Berlibur Di Jerman Pada Saat Musim Panas

Ketika berada di Eropa, Jerman adalah salah satu tujuan para turis, tapi tidak bagi saya. Karena sebelumnya saya tidak pernah punya impian untuk ke Eropa.

Pada saat musim panas hampir setengah dari penduduk Perancis pergi berlibur. Pengalaman musim panas tahun lalu saya beserta tunangan saya membuat rencana untuk liburan kami berdua. Biasanya waktu kami masih di Indonesia, jadwal liburan kami setiap 3 bulan selalu pergi ketempat wisata yang ada di Indonesia, seperti Bali, Bromo, Lombok, dan Derawan.

Tapi kalau di Eropa ? biasanya 4-6 bulan sekali. Biaya liburan 1 – 2 minggu di Eropa itu bisa bikin bangkrut apalagi status saya di sini tidak bekerja, beda kalau di Indonesia. Selain itu di Indonesia kita bisa berlibur 1 bulan untuk budget 1 minggu di sini. Sudah ah curhat ekonomi diisni !!

Baiklah kita mulai cerita pengalaman tahun lalu. Satu bulan sebelum hari keberangkatan, kami berencana mengunjungi Perancis bagian Timur Laut, tepatnya Alsace karena area tersebut yang belum pernah kami kunjungi, dan juga disana banyak wine . Ketika hari H sudah di depan mata, kami pun akhirnya berangkat pagi-pagi sekali dengan mengendarai mobil.

Di Alsace kami menghabiskan waktu lebih dari satu minggu. Ketika kami sampai di Ammerschwihr cuaca kurang bersahabat. Hujannnnnn !! #Yah tidak apa-apa, namanya juga Perancis cuaca cepat berubah.

Jika anda lapar, di perbatasan Perancis-Jerman ada McDonald loh MCD-Perbatasan-Jerman-Perancis

Setelah mengelilingi wilayah Alsace, kami berencana akan melanjutkan liburan di Jerman selama 4 hari karena sangat berdekatan dengan si Alsace, #sekali lagi saya belum pernah kesana, hitung-hitung menambahkan daftar travel.

Pada saat kami sampai di Jerman, tepatnya Black Forest, cuaca lebih parah, yaitu mendung, gerimis dan dingin. Saya merasa musim panas di Black Forest berasa musim dingin. Untungnya saya bersedia baju yang agak tebal, karena cuaca di Jerman lebih rendah dibandingkan Perancis.

Ketika kami sampai di penginapan dan menunggu di depan pintu dengan 2 koper besar saya, #biasalah ya wanita, berangkat untuk 2 minggu bawannya seperti berbulan-bulan lamanya, pada akhirnya yang punya penginapan membukakan pintu.

Beliau bicara dengan saya berbahasa Jerman, saya hanya bisa menjawab <<guten tag>> #ya better than nothinglah yang penting ada usaha mau berbahasa lokal.

Pada saat mereka bediskusi, si bapak tersebut memberikan kami sebuah kunci dan menunjukan kamar kami yang berada di lantai 2. Isi kamar sangat bagus dan lengkap, kamar mandi dalam beserta pemanas, televisi, dan juga balkon dengan pemandangan hutan “Black Forest” walaupun masih agak gerimis.

Setelah kami merapikan koper, saya melihat pemandangan yang tak biasa, yaitu wajah tunangan saya sepertinya agak-agak kecewa gimana gitu. Saya pun akhirnya penasaran dan bertanya “Kenapa ?”.

Dia menjawab : “aku tidak suka disini, dan tidak ada apa-apa hanya hutan di sekeliling penginapan. Dan kalau mau makan harus nyupir jauh lagi. Lebih bagus di Alsace, kita bisa mengunjungi museum dan lainnya”. #Sambil murung.

Apa yang dia katakan saya sangat setuju. Karena hanya ada hutan, kalau cuaca panas it’s okelah masih bisa kita lewati. Setelah kami berdiskusi panjang, pada akhirnya kami mengambil keputusan untuk check out keesokan pagi. Agak galau antara check out atau tidak, karena kalau kami check out artinya kami akan rugi sekitar 450 euro, kalau tidak ya lalui aja liburan di tempat sepi.

Menurut anda bagaimana ?

Secara yang namanya liburan itu adalah waktunya bersenang-senang, mengunjungi tempat-tempat wisata, tempat yang bersejarah seperti museum contohnya dan mencoba makanan lokal, Bukan hanya berdiam diri di dalam kamar hotel.

Kalau di hutan ????? #mikir keras

Bagi orang yang suka suasana pegunungan pasti bisa melewatinya, tidak seperti kami. Kami lebih suka pemandangan kota, bangunan-bangunan kuno dan kultur.

BlackForestGermany
Kalau saya menyimpulkan liburan ini bukan liburan musim panas, tetapi liburan musim dingin !! Lihat saja, saya harus menggunakan mantel di bulan agustus.

Sore hari di hari yang sama, kami berkepikiran untuk pergi ke kota lain untuk makan malam. Kami melihat ada satu nama kota yang lumayan berdekatan dari penginapan kami yaitu Donaueschingen. Menurut kami kotanya lumayan, dan tidak banyak penghuninnya bahkan turispun jarang #bayangkan saja sangking sepinya.

Di sekeliling dinding kolam, terdapat ukiran 12 Zodiak. Dan ini adalah zodiak saya.

Zodiak-Aries

Di Donaueschingen, kami melihat ada kolam seperti yang ada di Italy entahlah apa namanya saya sudah lupa. Saya melihat ada seorang anak perempuan bersama sang ibu, ibu yang duduk berdekatan dengan anak tersebut sedang memperhatikan anaknya mancing uang koin yang ada di kolam. Mancing uang ??? Ya uang juga bisa di pancing loh, bukan hanya ikan.

Pengen tahu bagaimana dia memancing uang koin ?

Anak tersebut menggunakan tali dan magnet agar koin-koin tersebut melengket di magnet, setelah kon-koin tersebut terlengkat diapun langsung menarik tali, sama halnya seperti memancing ikan yang ada dikolam pemancingan, tapi ini beda loh uangnya tidak akan lari seperti ikan yang memakan umpan.

Tapi ketika di tarik, banyak lumut yang menyangkut di tali. Yap uang tersebut harus dibersihkan dari lumut.

Saya pikir itu adalah koin yang di lempar oleh para turis yang mengunjungi Donaueschingen. Niat mereka untuk mendapatkan jodoh, #yah uangnya di ambil orang lain. 

Menurut kalian apakah turis-turis tersebut sudah mendapatkan jodoh ???. Secara uang mereka sudah tidak ada di dalam kolam !!

Donaueschingen

Setelah berkeliling disekitar kolam, saatnya mencari restaurant untuk makan malam. Karena saya tidak suka makanan yang ada di Jerman, makanan Jerman ya terkecuali Cake Black Forest ini lain lagi ceritanya !! pilihan jatuh di restauran Jepang dong karena cuaca dingin, mau saya makan bakso yang ada di pinggir jalan, berhubung tidak dan percuma menghayal ada makanan Jepang pun jadi karena ada sup misonya.

Sudah kenyang, badan sudah mulai hangat, yuk kita pulang ke penginapan sambil melihat matahari terbenam. Sesampainya kami di kamar kami langsung beberes koper, karena setelah sarapan keesokan paginya kami berencana untuk check out.

Bagaimanapun juga kami sudah terlanjur membayar full 4 hari harga penginapan, yah kami memilih uang hangus daripada tinggal lama disitu. Karena tidak banyak yang bisa dilihat disekitar Black Forest.

Mungkin untuk orang yang ingin melakukan bulan madu tempat ini sangat cocok, karena sangat tenang.

Perjalanan untuk kembali kepenginapan

BlackForest

Pengalaman ini tidak bisa saya lupakan, karena ini adalah yang perama kalinya kami berlibur kurang dari 24 jam.

Silvi

Leave a Reply

%d bloggers like this: