Kunjungan Ke Rouen Pada Saat Musim Semi

Masih ingat dengan artikel saya sebelumnya ? tentang perjalanan saya menempuh kota Rouen, dan makan siang di kota Lyons ? Artikel ini adalah kelanjutan dari cerita-cerita tersebut.

Setelah perjalanan yang memakan waktu yang berjam-jam, akhirnya kami sampai juga di kota Rouen sekitar jam 4 sore.

Rouen itu kotanya lumayan besar, sangking besarnya jalanan hanya satu arah. Otomatis susah sekali mencari parkiran walaupun kami sudah bolak-balik 2x didepan hotel, tetap saja parkiran semua pada penuh ditambah lagi hari tersebut bukan di hari weekend.

ada-apa-di-rouen-rumah-rumah-tradisional
Ketika berjalan kaki di sekitar katedral saya melihat ada pemandangan cantik, yaitu rumah yang di cat berwarna warni dengan di tumbuhi pohon besar yang telah di berbunga.

Kami bolak balik mencari pakiran, maksud hati ingin mencari parkiran yang tidak terlalu mahal, agar budgetnya bisa dipergunakan untuk hal lain. Tahu sendiri kan di Perancis apa-apa serba mahal dan bayar, untuk toilet saja harus banyar minimal 0,80 eur. Tidak ada yang gratis.

Akhirnya kami memusutkan untuk parkir di dalam hotel dengan harga 10,90 eur / malam.

Hotel Bonaparte
ada-apa-di-rouen-hotel-bonaparte
Ruang tunggu untuk checkin di Bonaparte

Selama di Rouen, kami menginap di hotel Bonaparte.

Selain harganya yang agak bersahabat dari yang lainnya, tempatnya juga sangat strategis dan kami cukup berjalan kaki jika ingin melihat katedral dan lain sebagainya.

Hotel tersebut tepat terletak di tengah kota. Dan hal yang paling saya senangi di hotel ini, mereka mempunyai ruang tunggu yang sangat cantik dengan tema seperti di abad 1900’an.

Yah kapan lagi bisa berpose dengan tema dekorasi seperti ini. Sangat jarang bisa menemukan tempat seperti ini, dan walaupun ada pasti dilarang duduk dan berfoto. Jadi saya manfaatkan selagi ada.

Tribunal de Rouen
ada-apa-di-rouen-tribunal-rouen
Baru kali ini saya melihat kantor pengadilan sekeren dan seindah ini.

Tidak perlu berlama-lama di hotel, setelah kami meletakan semua barang bawaan.

Hal yang pertama kami lihat adalah sebuah bangunan yang saya pikir adalah kastil, dan ternyata sebuah bangunan Tribunal, kalau dalam bahasa Indonesia ” kantor Pengadilan”. Jelas saja sebelumnya saya pikir kastil, tribunal tersebut bangunannya sangat besar dan megah, hampir mirip sekali seperti kastil-kastil yang ada di Val de Loire.

Ketika kami sampai  didepan, kami melihat bayak sekali mobil polisi. Kami tidak bisa masuk kedalam karena Tribunal tersebut di kelililngi oleh pagar hitam yang kira-kira setinggi 3 meter dengan di lengkapi beberapa kamera CCTV.

Selain itu, para wisatawan (termasuk saya) tidak bisa masuk kedalam untuk dikunjungi seperti di museum ataupun katedral. Kami hanya bisa berfoto di depan pagar tribunal tersebut.

ada-apa-di-sekitar-kota-rouen-crepes-perancis

Karena pada waktu itu cuaca sangat dingin, saya mencium sesuatu yang wangi dan juga tidak asing bagi saya, yaitu saya melihat ada sebuah kafe yang sedang membuat Crêpes (pancakes Perancis), tepat di depan tribunal.

Kami pun mulai memesan, 2 buah crêpes dengan menggunakan topping caramel beurre salé yang didampingi oleh coklat panas dan  juga secangkir kopi. Walaupun cuaca dingin, kami tetap memilih untuk duduk di terrasse (bagian dari trotoar di depan kafe, restoran, di mana disusun meja dan kursi).

Di tengah kota Roeun, kami melihat begitu banyak tempat-tempat yang cantik, seperti salah satu jalanan ini, terdapat sebuah bagunan tua kemudian dijadikan hotel dan berdekatan dengan gereja Saint-Maclo. Disitu juga terdapat kafe (salon de thé), karena pada hari itu sudah sangat sore maka kami tidak sempat mengunjungi salon de thé tersebut. Oh iya coba deh kalian liat di foto sebalah kanan, ada sebuah toko yang menyediakan berbagai macam souvenir, dan tentu saja mereka sangat kreatif sehingga roda sepeda di jadikan hiasan untuk karangan bunga.

Gros Horloge

ada-apa-di-sekitar-kota-rouen-gros-horloge

Tempat selanjutnya yang wajib dan paling wajib dilihat adalah Gros Horloge. Tempat ini yang paling terkenal setelah katedralnya.
Dua sisi dari jam tersebut berasal dari rekonstruksi masa Renaissance (kira-kira dari abad ke-14 sampai abad ke-17) .

Kemudian terdapat ukiran matahari dengan berwarna keemasan yang mempunyai 24 sinar, pada latar belakang yang berwarna biru.

Jam tersebut mempunyai ukuran 2,50 m. Oh iya jam hanya mempunyai satu jarum, dan di ujung jarum tersebut terdapat ukiran sebuah anak domba, jarum tersebut berfungsi untuk menunjukan angka jam (bukan menit maupun hitungan detik).

ada-apa-di-sekitar-kota-rouen-gros-horloge-tampak-dekat

Cathédrale de Rouen

Ini dia landmark kota Rouen, yaitu sebuah karedral. Katedral Rouen adalah salah satu bangunan keagamaan yang paling indah di Eropa. Maka jangan heran tempat inilah yang paling utama dan wajib untuk di kunjungi ketika sampai di Rouen.

Isi dalam katedral tersebut, sama seperti di dalam katedral-katedral pada umumnya.

ada-apa-di-rouen-katedral

Di Rouen terdapat salah satu restaurant homemade spesial Burger, sayangnya saya lupa nama tempat tersebut. Dengan dekorasi yang bergaya vintage, dengan tempat duduk sofa dan di kelilingi cermin besar. Cocok sekali untuk para pasangan yang ingin makan malam romantis, setelah seharian berkeliling.

Saran saya ketika ingin makan burger, kosongkan perut sebisa mungkin, karena porsinya sangat besar. Kami pun tak sanggup untuk menghabiskan burger-burger tersebut.

Restoran-burger-di-Rouen

Burger

Sampai jumpa di kota selanjutnya yang ada di Normandie 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: