Persyaratan Menikah Di Perancis Dengan WNA Perancis

Ingin melakukan pernikahan di Perancis ? dan bingung dokumen apa saja yang harus di persiapkan ?

Kali ini saya ingin membagikan informasi tentang persyaratan menikah di Perancis, yang baru-baru ini saya lakukan.

Tetapi persyaratan menikah di Perancis ini hanya yang ingin melakukan pernikahan sipil dan bukan pernikahan agama.

Informasi didalam ini saya ketahui dari beberapa teman, kerabat dan bahkan dari saya pribadi.

Yang kemudian saya rangkum di dalam artikel ini.

Apa saja sih dokumen yang di butuhkan untuk malakukan pernikahan di Perancis dan cara mendapatkannya bagaimana ?

Untitled-Persyaratan Menikah Di Perancis Dengan WNA Perancis

Satu tahun sebelum hari H (pernikahan) saya dan suami mencari informasi tentang persyaratan menikah di Perancis.

Yang akan berlangsung di kota dimana kami berdomisili.

Setelah mengambil tanggal janji temu dan di hari yang di tentukan pun tiba.

Beberapa menit berkonsultasi dengan salah satu pegawai di la mairie.

Akhirnya mereka memberikan kami daftar persyaratan menikah di Perancis.

Saya dan suami pun berbagi tugas untuk mengurus dokumen. Berikut langkah-langkah dokumen yang saya persiapkan yang ada di indonesia.

Langkah pertama (Sesuai alamat KTP) 

1. La Mairie (Balai kota) Block tanggal

Kontak La Mairie dimana kalian akan melakukan proses pernikahan 6 bulan sebelum hari H.

Kemudian tanya tanggal yang kosong. Jika tanggal tersebut kosong, minta ke mereka untuk memblock tanggal tersebut.

Dan juga jangan lupa untuk meminta daftar dokumen apa saja yang harus kalian siapkan.

Tetapi, jika pernikahan tersebut akan dilakukan di waktu musim dingin, jangan takut untuk tidak dapat jadwal menikah.

Karena di musim tersebut tidak banyak yang melakukan pernikahan. Jadi agak aman.

Mengapa saya sarankan seperti ini ? Agar untuk mengurus undangan, bahkan juga untuk memesan tempat resepsi kedepannya akan lebih gampang.

Karena di Perancis untuk memesan tempat resepsi harus satu tahun sebelumnya.

Apalagi jika pernikahan di lakukan di high season antara musim semi sampai dengan musim panas.

2. Akta Kelahiran → Asli

Siapkan akta kelahiran !! dan jangan di laminating.

Dibagian belakang akta akan di legalisir oleh kementrian yang ada di jakarta.

Legalisir ini sangat di perlukan untuk pengurusan dokumen di KBRI nantinya.

Kalau tidak ada cap dari kementerian tersebut siap-siap saja di tolak !!

3. SIMO ( Surat Ijin Menikah dari Orang Tua )  → Asli

Surat ini kita ketik sendiri, kemudian di print.

Setelah itu diberi materai dan kemudian ditandangi oleh nama orang tua sesuai yang ada di Akta Kelahiran.

Setelah ditanda tangani oleh kedua orang tua, mintalah pihak kelurahan untuk memberi cap legalisir di surat tersebut.

→ contoh SIMO

4. SKBM ( Surat Keterangan Belum Menikah ) atau Surat / Akta Cerai  (janda / duda) → Asli

Untuk proses surat SKBM. Yaitu melalui tahapan proses dari RT, RW, Kelurahan.

Dan yang mengeluarkan SKBM adalah pihak Catatan Sipil bisa juga Kelurahan.

Tergantung masing-masing kota.

Seperti informasi yang telah saya simpulkan, berdasarkan masing-masing catatan sipil pasti berbeda-beda cara dan proses pembuatannya.

Maka saran saya pertama-tama, tanyakanlah terlebih dahulu di Capil sesuai alamat KTP kalian untuk bagaimana cara mendapatkan SKBM.

Kemudian ikutilah proses-proses tersebut dengan bersabar, karena prosesnya lumayan lama dan menghabiskan waktu dan biaya yang sangat lumayan.

Apalagi jika kita tidak menetap di indonesia. Biayanya akan cukup mahal, karena harus mengirimkan dokumen melalui DHL.

Kalau yang sudah bercerai tidak perlu SKBM, cukup melampirkan AKTA cerai sebagai pengganti SKBM.

Langkah kedua : Legalisir dokumen (Jakarta)

Setelah dokumen selesai. Maka yang perlu kalian lakukan adalah melegalisirkan dokumen berupa Akta Kelahiran dan SKBM / AKTA Cerai.

Dokumen tersebut harus dan wajib di legalisir oleh Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri RI.

Dan setelah di legalisir, kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Perancis. Setelah itu di legalisir oleh France Embassy di Jakarta.

Jika kalian tidak berdomisili di Jakarta dan bingung bagaimana prosesnya, kalian bisa memakai jasa pak Sugeng.

Bapak Sugeng Saleh
Jl. Tebet Barat Dalam V  n° 27
Jakarta Selatan 12810
Hp. 0813 8080 5209
Email :  soegeng527@yahoo.com
Dokumen akan selesai sekitar 2 minggu.
Tergantung tanggalan jika terdapat long weekend atau banyaknya tanggal merah maka proses dokumen sedikit agak lama.
Jika dokumen sudah selesai, dokumen akan dikirim sesuai dengan alamat yang kalian tujukan dengan melalui Tiki ONS.

Langkah ketiga : Certificat de Coutume (KBRI Paris)

Setelah tahap satu sampai dengan tiga selesai.

Kalian harus datang langsung ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Paris dengan membawa masing-masing dokumen yaitu…

Calon suami atau istri WN Indonesia :

1. Akta Kelahiran yang telah di Legalisir oleh kedua kementrian.

2. SKBM atau AKTA Cerai yang telah di legalisir oleh kedua kementrian.

3. SIMO untuk dokumen yang ini pihak KBRI akan meminta aslinya.

4. Passport halaman depan dan halaman paling belakang.

5. Carte de Séjourdokumen ini akan di tanyakan oleh pihak konsuler pada saat kita akan memberikan dokumen untuk pembuatan certificat de coutume, jika tidak punya saya pikir tidak apa-apa. Coba lihat diwebsitenya atau rajin-rajin telepon untuk mengetahui updatan di KBRI,

Calon suami atau istri WN Perancis :

1. Passport cukup halaman depan.

2. Adresse actuelle / Alamat rumah ; EDF (Rekening Listrik dan Air), faktur gas, surat pajak tinggal.

3. Profession / Pekerjaan  surat ini yang mengeluarkan adalah pihak perusahaan di mana pasangan kalian bekerja.

Pada saat dokumen kalian sudah lengkap. Lebih baik kalian bisa datang ke KBRI di pagi hari untuk menghindari antrian.

Tapi biasanya untuk layanan masyarakat KBRI hanya menerima setelah jam makan siang.

Saya sarankan lebih baik telpon dulu ke no ini 01 45 03 07 60 sebelum berangkat.

Setelah dokumen semua telah diberikan kepada pihak konsuler.

Kalian akan diberikan lembaran untuk pengambilan certificat de coutume di tanggal yang telah di tentukan.

Certificat de Coutume akan selesai selama 5 hari kerja, terhitung setelah kalian memasukan dokumen.

Mungkin ada beberapa dari kalian bahkan saya pun pernah membaca.

Entah itu di group maupun blog orang lain ada yang menyatakan biaya pembuatan coutume sekitar 15 eur.

Tapi per tanggal 9 januari 2017 biayanya gratis untuk pembuatan coutume.

Sedikit informasi : 

Ketika kalian ingin mengambil CdC (Cerificat de Coutume), teleponlah terlebih dahulu, dan pastikan jika CdC tersebut siap di ambil.

Karena ketika saya ingin mengambil ditanggal yang telah di tentukan.

Pada saat saya sampai di KBRI jam 11.15 CdC tersebut belum siap diambil karena belum ditanda tangani, dan jadinya mereka meminta saya untuk kembali jam 4 sore.

Langkah keempat (La Mairie / Balai kota) 

Ini adalah langkah terakhir.

Ketika Certificat de Coutume sudah ditangan.

Siapkanlah dokumen yang telah kalian siapkan sebelumnya untuk dibawa ke La Mairie.

Di La Mairie atau pihak balai kota akan meminta dokumen yang berupa :

Calon suami atau istri  WN Perancis :

1. Akta lahir yang berlaku tidak boleh lebih dari 3 bulan sebelum hari-H pernikahan.

2. Bukti tempat tinggal (Faktur EDF, gas, telepon (kecuali handphone), faktur pajak tinggal, atau tanda terima sewa rumah / appartement).

3. Carte Nationale d’Identité

Calon suami atau istri WN Indonesia :

1. Akta kelahiran    Terjemahan asli yang telah di legalisir oleh kedutaan Perancis yang ada di jakarta.

2. Passport atau Titre de Séjour.

3. SKBM / AKTA cerai →  Terjemahan asli yang telah di legalisir.

4. Certificat de Coutume yang telah di keluarkan oleh pihak KBRI.

Data saksi,minimal 2 orang dan maximal 4 orang :

1. Fotokopi identitas diri (Passport atau Carte d’Identité )

2. Bukti tempat tinggal yang berisi nama si saksi (Rekening listrik, telepon, gas atau air)

3. Attestaion Hébergement, jika nama orang tersebut tidak tercantum didalam dokumen. Maka surat ini wajib di lampirkan dan di tanda tangani oleh si pemilik rumah yang menerangkan bahwa ia memang benar bertempat tinggal di alamat rumah terebut.

Tambahan yang biasa pihak la mairie minta :

1. Perjanjian nikah, dokumen ini sesuka kalian saja, mau melampirkan atau tidak.

2. Penerjemah selama acara sipil berlangsung di balaikota.

Jika yang akan menikah tidak bisa bahasa perancis maka wajib mendatangkan salah seorang penerjemah. Tapi ini tergantung balaikota di mana kalian akan menikah ya guys..!!

Setelah dokumen di terima oleh balai kota, maka mereka akan memberikan lembaran jadwal menikah.

Dan beberapa hari kemudian pihak balaikota akan membuat lembaran “Publication du Mariage”.

Yang di tempel di papan pengumuman kantor mereka.

Lembaran tersebut berisi tentang pemberitahuan bahwa “akan terjadi pernikahan antara si A dengan si B pada tanggal sekian”.

Kalian bisa meminta Attestation Certificat de Mariage untuk mengundang keluarga atau kerabat. Jika saja ada yang ingin menghadiri pernikahan kalian di Perancis.

Pengumuman tersebut hanya berlangsung selama 2 minggu.

Setelah itu kalian bisa melanjutkan persiapan pernikahan kalian yang belum selesai atau pun yag telah tertunda.

Voilà semangat ya…

Oh iya, tambahan informasi :

Pada saat saya nikah. Saya menggunakan Visitor Visa Long Séjour. Artinya saya sudah tinggal lebih dari satu tahun di perancis.

Jadi pada saat memasukan berkas ke La Mairie saya tidak ada kasus wawancara terpisah, seperti kebanyakan orang lainnya.

Contoh, orang yang menikah dengan menggunakan Visitor Visa, biasanya mereka akan mendapatkan wawancara dan juga mengharuskan ada penerjemah tersumpah selama acara pernikahan di La Mairie berlangsung.

Silvi

2 thoughts on “Persyaratan Menikah Di Perancis Dengan WNA Perancis

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: