Ulang Tahunku Bersama Keluarga Dari Indonesia

Kali ini saya akan bercerita tentang acara ulang tahun yang di temani oleh keluarga saya dari indonesia.

Pergantian umur kali ini saya sudah menginjak angka 29 dan satu tahun lagi akan menjinjak kepala tiga.

“Ohh nooo !!! 30’s ???”

Mertua saya bilang, ketika umur mencapai 25 tahun dari situ kita akan berhenti menghitung umur.Ternyata memang benar apa yang beliau katakan ke saya, pada saat saya menginjak 25 dari situ saya sudah tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Yang dulunya heboh bikin perencanaan ulang tahun seperti, BBQ, ngundang teman-teman, Party ke Night Club sampai subuh bahkan kalau bisa THM (tempat hiburan malam) sampai waktunya tutup.

Jika ingat pada saat umur-umur ABG dibandingkan sekarang sangat berbeda bagaikan langit dan bumi.

Sekarang sih dari umur 23 tahun pemikiran untuk perayaan cukup dilakukan bersama keluarga, cukup mintanya tumpeng atau makan malam bersama, gak heboh kaya dulu.

Walaupun umur sudah tidak muda lagi saya merasa belum cukup dewasa, apa mungkin kerena punya suami anak tunggal kali ya? jadi saya merasa dimanjakan !! entahlah, yang pasti saya kepinginnya menjadi wanita yang lebih dewasa.

Btw, saya sangat beruntung sekali tahun ini, karena ibu dan kaka saya datang ke Perancis selama hampir 2 bulan.

Selain menghadiri pernikahan, mereka juga menghadiri ulang tahun saya.

Dengan kedatangan mereka, saya pun tidak lupa meminta mereka untuk dibuatkan tumpeng yang benar-benar tumpeng asli, gak KW seperti yang pernah saya buat tahun lalu.

Mungkin jika kalian sudah membaca tumpeng yang saya buat tahun lalu kalian bisa membandingnya, bahkan bisa di lihat dari segi ukuran.

Yah maklum lah yang masak kan cuma saya sendiri gak ada bala bantuan hehe…tapi tahun ini TOP makotop deh pokoknya !!

“Akibat kerampokan, akhirnya digantikan dengan hadiah yang lebih baik”

Kerampokan di Kastil Villandry-
Kerampokan pada saat mengajak keluarga berlibur di Châteaux de la Loire. Lebih tepatnya di parkiran Kastil Villandry.

Tau gak sih, setelah acara nikah itu kami kerampokan loh !!

Jadi begini nih ceritanya. Tepat tanggal 7 maret saya dan si A memutuskan utuk liburan mendadak. Berhubung dia lagi cuti ya udahlah kita pergi beberapa hari untuk mengajak ibu dan kaka mengunjungi kastil yang ada di Perancis, tempatnya di daerah Châteaux de la Loire.

Mumpung dia cuti jadinya bisa pergi agak jauhan dari Paris.

Entah kenapa pada saat ke parkiran kami lihat ada sebuah mobil kacanya pecah, kami pikir itu bukan punya kami dan ketika di cek nomor platnya, benar dong itu mobil yang kita sering pakai jalan. Si silver sudah tak bernyawa lagi alias kaca pecah, pecahnya seperti batu krikil yang kecil-kecil.

Padahal itu adalah hari terakhir kami mengunjungi kastil sebelum memutuskan pulang ke kandang. Kaca sudah pecah, dasbord sudah dibuka, pintu belakang pun sudah tidak terkunci seperti pada saat kami meninggalkan. Si rampok professional sekali ternyata.

Laptop, Hard drive, kamera DSLR dan lensa-lensa sudah ludes, total ada 3 tas yang hilang termasuk perlengkapan makeup saya pun hilang. Awalnya sih gak percaya, ya namanya juga musibah.

Tetapi dibalik cerita tersebut akhirnya laptop digantikan dengan sebuah komputer, tarraaaa….tepat ditanggal 12 april 2018.

Sekarang saya bisa menulis dengan layar yang cukup besar.

“Makan malam di sebuah restauran India”

Setelah selesai membuka hadiah, saya pun membuat ide untuk makan malam keluarga di restauran india.

Selain makanan india yang enak dengan rasa rempah-rempahnya, semua orang juga suka termasuk mertua saya juga, apalagi mertuak laki aduh diadoyan sekali sama sambal indianya.

Jika saya memilih makanan jepang, perancis atau yang lainnya, saya takut di antara mereka ada yang tidak suka, apalagi ibu saya beliau sangat susah kalau makan selain makan makanan Indonesia. Jadi solusinya adalah di india biar semua happy dan cocok di lidah masing-masing.

Oh iya ketika kami selesai makan, makanan selanjutnya adalah makanan penutup. Jadi pada saat kami menunggu dessert atau yang kita bilang pencuci mulut, tiba-tiba saja lampu di matikan, musik di dalam restauran pun sengaja dibikin nyaring dengan musik india.

Salah seorang pelayan membawakan sebuah kue dengan lilin dan mengucapkan “Selamat ulang tahun” tentu saja dengan berbahasa perancis.

Saya pun merasa kaget dengan kejutan yang telah direncanakan oleh suami dan mertua saya.

“Acara makan tumpeng bersama”

Karena ulang tahunnya jatuh di hari kamis jadi untuk mengundang teman dan kerabat untuk makan-makan harus di undur ke hari sabtu.

Beberapa hari sebelumnya galau akibat cuaca yang selalu turun hujan,  yaitu di kediaman mertua.

Karena appertement kami tidak bisa menampung 16 orang.

Orang-orang yang kami undang hanya beberapa teman dan sahabat si A bersama pasangannya.

Acaranya juga sangat mendadak, bahkan belanja keperluan acara juga kami lakukan 2 hari sebelum hari H.

Tapi, untung saja hampir semua orang bisa datang walaupun tempat tinggal mereka sangat jauh.

Beruntung setelah makan siang cuaca menjadi panas, kami pun melakukan makanan pencuci mulut di taman rumah.

Setelahnya kami bermain permainan tradisi dari Bretagne, entah namanya apa saya sudah lupa karena beru pertama kalinya bermain. Ya hampir mirip semacam petanque.

Bermain Ping Pong, bahkan para prianya bermain PS hingga malam tanpa kecuali para wanita, kami juga bermain Joue au petit chevaux.

joue au petit chevaux

Silvi

2 thoughts on “Ulang Tahunku Bersama Keluarga Dari Indonesia

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: