Menjadi Tour Guide Sehari Di Paris

Tour Guide ??

Musim panas ini saya menjadi tour guide sehari di Paris.

Bagaimana ceritanya ?

Lagi online di Instagram tiba-tiba saja ada yang mengirimkan pesan dan nanya-nanya tentang Paris.

Ketika saya lihat profilnya, dan ternyata ia adalah salah satu mutual dari teman saya di Indonesia, namanya Putri.

Pesan tersebut sangat mendadak, yaitu sekitar 3 hari sebelum kedatanganya ke Paris.

Kerena ia datang ke Paris tanpa ditemanin siapapun, alias traveling sendiri, akhirnya saya pun menawarkan diri untuk menemaninya sehari, alias jadi tour guide dadakan.

Dan kebetulan juga tanggal tersebut saya sedang tidak ada kegiatan apa-apa.

Apalagi nge tour guide adalah bukan kali pertamanya saya jalani, melainkan ini adalah kali keduanya jadi jadi tour guide nya orang indonesia yang traveling sendiri.

Walaupun cuaca pada tanggal 27 juli tadi sangat panas, yaitu cuaca diatas +30°C, saya sangat senang menemani orang indonesia untuk berkeliling kota Paris.

Apalagi Paris adalah kota negara kedua saya.

Perjalanan pun di mulai !

Kami di Dalam MétroFoto ini di ambil didalam Métro setelah kami berkeliling di bawah terik matahari

Jam 10 pagi, akhirnya saya mendapat kabar dari Putri, bahwa pesawatnya sudah landing di Charles de Gaulle Airport ( CDG ).

Dan saya pun memberikan instruksi nama kereta dan tujuan yang mesti ia ambil untuk menuju tempat penginapan yang telah ia booking, karena saya tidak bisa menjemputnya di airport.

Setelah tahu ia sudah di Paris, saya pun mulai meninggalkan rumah dan mengambil kereta untuk ke Paris.

30 menit kemudian, akhirnya kami bertemu di sebuah café yang bernama l’Amour Vache, café tersebut berdekatan dengan tempat ia menginap di daerah Bonne Nouvelle.

Tepat jam 12 siang, saya pun menemaninya untuk check in. Ia pikir ada seseorang yang akan membawakan barang ke kamar yang ia sewa.

Tetapi di Paris tidak seperti di Indonesia, alias disini kita harus mandiri, angkat koper sendiri walaupun itu di lantai atas.

Saya pun akhirnya menawarkan bantuan untuk mengangkat bagasi ke lantai 2.

Pada saat ia membuka koper, ternyata ia tidak lupa untuk membawakan pesanan saya, yaitu berupa sambal ikan roa & kue lapis legit.

Thank youuuu Putriiiiii 🙂 oleh-olehnya…

Guimi House

Putri Di Guimi House

Makanan yang di sediakan di Guimi House

Mille crêpes Matcha

Tujuan pertama yang kami lakukan adalah makan siang alias isi tenaga sebelum kami berkeliling di Paris.

Guimi House adalah tujuan kami, karena di restoran ini menawarkan kue durian.

Tempat ini menyediakan makanan penutup.

Yaitu berupa Pancakes Durian, dan juga Mille crêpes Durian / Matcha dan berbagai macam dessert lainnya, seperti bubble tea.

Makanan beratnya juga ada, seperti di foto diatas.

Satu porsi pancake durian berisi 2 pancakes dengan harga 5 euro / porsinya.

Jadi jika kangen makan durian, silahkan datang ketempat ini.

Alamat : 

38 Rue de Turbigo, 75003 Paris

48 Rue René Boulanger, 75010 Paris

Museum Louvre Paris

Setelah makan siang selesai, kami pun mulai berjalan kaki ke stasiun métro di République untuk mendatangi Museum Louvre yang terkenal dengan lukisan Monalisa karya Léonardo Da Vinci.

Tiket métro pun terbeli dengan melalui mesin yang ada di setiap stasiun.

Untuk membeli 10 tiket lebih murah dari pada beli satuan, yaitu 14,90 €, ini harga tiket untuk di dalam Paris.

Kalau di luar Paris harganya akan beda lagi, dan tergantung tujuan juga.

Bisa di cek di sini RATP

Putri di Museum Louvre

Museum Louvre ini adalah salah satu landmark di Paris yang ingin Putri kunjungi selain Menara Eiffel.

Di Piramida inilah tampat yang wajib untuk pengambilan foto jika mengunjungi Museum Louvre.

Untuk sampai ke sini kalian harus mengambil Métro n° 1 dan turun di stasiun Louvre – Rivoli atau bisa juga mengabil Métro n° 14 dan turun di Pyramides.

Menara Eiffel & Mencari Oleh-Oleh

Ini dia nih tempat wajib berfoto di depan Menara Eiffel, Trocadéro.

Ya tampat ini yang sangat terkenal dari semua tempat spot menara eiffel untuk pengambilan foto, khususnya Prewedding.

Maka spot inilah saya mengajak Putri untuk berfoto dan mendokumentasikan pengalamannya di depan menara eiffel.

Satu hal yang bisa kalian dapatkan di Trocadéro adalah, banyaknya orang yang bejualan souvenir didaerah sini.

Gantungan kunci, tempelan kulkas, baju dan souvenir lainnya yang bertulisan Paris bisa kalian beli disini.

Dan jangan berharap bisa menawar, karena harganya sudah tercantum di semua souvenir.

Nyantai dulu di cafe depan trocadéro

Karena cuaca yang panasnya sangat dahsyat akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke salah satu café di dekat Trocadéro, dan berhentilah di Café Kléber.

Untuk beristirahat setelah berjalan kaki yang lumayan jauh dan panas.

Shopping di Zara Dan Ngopi di EXKI

Zara juga salah satu tujuannya si Putri loh, ia memberitahukan saya bahwa Zara di Indonesia sangat terkenal.

Jadi saya pun mengantarkan dia ke salah satu Zara yang ada di Boulevard Haussmann, sebelum saya pulang kerumah.

Setelah berkeliling di Zara.

Ia pun sudah kelelahan karena kami banyak berjalan kaki, dan akhirnya kami mampir dulu di salah satu tempat nongkrong EXKI. Yang berada di Saint Lazare, sambil menunggu baterai HP full si A akhirnya menjemput saya yang kebetulan ia sudah pulang kerja.

Jam 7 malam kami pun berpisah.

Saya mengantarkan Putri sampai ia benar-benar sudah di dalam taxi Uber baru lah saya pulang di temani suami.

Dan pada saat saya dan suami di dalam kereta, tiba-tiba lihat di kaca kereta ada sesuatu yang bermentulan, ketika kami teliti ternyata hujan es.

Cuaca di Paris memang tidak bisa di prediksi, seharian kami melawan terik matahari yang sangat nyengat, di saat senja awan hitam sudah menutupi langit yang berati akan hujan, tetapi bukan hujan air, melainkan hujan ES…

 

Where to stay in cheap hotel less than 100 euro near Eiffel Tower ?

Inilah pengalaman saya menjadi tour guide, jika saja kalian ingin main dan berkeliling di Paris, silahkan kontak saya di : aku.di.perancis@gmail.com atau melalui kontak ini

Silvi

6 thoughts on “Menjadi Tour Guide Sehari Di Paris

  1. Menarik sekali jeung 🙂 mungkin next time kita bs kopdar di Paris. Jiahhh…. seakan2 aku akan berkunjung dlm waktu dekat, gitu yah, hehehe. Tp klo beneran iya, nanti kubawakan lapis Surabaya yg sangat enak 😉

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: