From Balikpapan to Paris: Cerita Perjalanan Pertamaku ke Perancis

Jadi ceritanya, ini perjalanan pertama Silvi dari Balikpapan ke Paris. Udah packing dari jauh-jauh hari, tapi tetep aja pas hari H rasanya campur aduk excited tapi juga deg-degan. Bawaan totalnya 30 kg, isinya 2 koper penuh baju winter, soalnya waktu itu aku berangkat pas musim dingin lagi tinggi-tingginya.

Buat yang belum tau, Balikpapan itu kota kelahiran aku, jadi ninggalin kota tercinta buat pindah ke benua lain tuh rasanya… ya gitu deh, sedih-sedih seneng gimana gitu. Apalagi kepikiran masakan rumah, huhu.

Rute Penerbangan: Balikpapan – Jakarta – Doha – Paris

Perjalanan ke Paris dari Balikpapan itu jauh banget, guys, serius. Rutenya:

  • Balikpapan → Jakarta naik Garuda Indonesia, sekitar 1 jam 50 menit. Landing di Jakarta jam 9 malam.
  • Sampai Jakarta langsung ambil bagasi, check-in lagi buat lanjut penerbangan berikutnya ke Paris pakai Qatar Airways.
  • Jakarta → Doha berangkat tengah malam, jam 12.25. Ini penerbangan paling berat buat aku, ngantuk banget tapi susah tidur kalau nggak di kasur beneran. Untungnya di pesawat dikasih selimut, penutup mata, ear plug, sampai sikat gigi dan odol.
  • Sampai Doha jam 5 pagi waktu setempat (waktunya mundur 4 jam dari Jakarta). Transit sekitar 3 jam sebelum lanjut terbang lagi ke Paris.
  • Doha → Paris masih dengan Qatar Airways pelayanannya beneran bagus, pesawatnya juga nyaman.

Akhirnya jam 13.30 waktu Paris, pilot ngumumin kalau kita mau landing di Bandara Charles de Gaulle. Legaaa banget rasanya setelah perjalanan sepanjang itu.

Momen di Imigrasi

Sempat deg-degan juga pas mau lewat imigrasi, takut ditanya macam-macam. Untungnya petugasnya baik dan passport langsung di-stamp tanpa drama. Cuma emang antriannya lumayan lama, sekitar 30 menitan, karena aku harus antri di jalur non-Eropa — beda sama pemegang paspor Uni Eropa yang jalurnya lebih cepat.

Sampai di Paris, Ketemu Keluarga

Setelah dari imigrasi, buru-buru ambil bagasi karena orang tua pasangan aku udah jemput di bandara. Di Perancis ada tradisi cium pipi kanan-kiri (namanya “la bise”) kalau ketemu keluarga atau teman dekat, jadi itu juga yang aku alami pertama kali di sana. Yang bikin haru, ibunya udah nyiapin mantel, topi kupluk, sama syal buat aku — padahal aku udah pakai mantel tebal. Begitu keluar bandara menuju parkiran mobil, baru kerasa banget dinginnya Paris di musim winter. Untung dibekelin lapisan tambahan!

Checklist Barang Wajib Bawa Kalau Liburan Musim Dingin

Dari pengalaman pertama ini, ini beberapa barang yang menurutku wajib banget dibawa kalau kamu juga mau ke Paris pas winter:

  1. Baju lengan panjang (buat lapisan dalam)
  2. Mantel tebal
  3. Sarung tangan
  4. Syal
  5. Topi kupluk
  6. Sepatu atau boots + kaos kaki tebal
  7. Yang paling penting: paspor, visa, dan dokumen penting lainnya — jangan sampai ketinggalan!

Itu dia cerita pertama kali aku menginjakkan kaki di Paris. Dari situ, banyak banget hal baru yang aku pelajari soal hidup di Perancis — dan sekarang semua pengalaman itu aku bagikan di blog ini, biar teman-teman yang mau liburan ke Paris nggak perlu bingung kayak aku dulu. Kalau ada pertanyaan soal persiapan ke Paris, tinggal tulis di kolom komentar ya!

2 koment di artikel « From Balikpapan to Paris: Cerita Perjalanan Pertamaku ke Perancis »


Kirim koment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.