Empat Sekawan Berkeliling Di Paris

Empat Sekawan Berkeliling Di Paris

Empat sekawan para ibu-ibu, yang telah nekad travelling ke Eropa tanpa di temanin oleh suami-suami mereka.

Keempat kerabat ini, memberanikan diri untuk keliling 4 negara di Eropa (Austria, Hongaria, Perancis, Balanda), dan tentunya Paris salah satu dari 4 negara tersebut.

Dua dia antara mereka sudah pernah mengunjungi Paris, sedangkan yang lainnya adalah yang pertama kalinya.

Schedule yang terubah secara mendadak

Empat Sekawan Berkeliling Di Paris

Tanggal 3 oktober, tepatnya jam 9.10 pagi saya menjemput keempat sekawan ini di lobby Hotel Mercure Paris Centre Tour Eiffel (posisi hotel ini sangat bagus untuk yang ingin melihat menara eiffel lebih dekat, dan dengan pemandangan menara eiffel di malam hari)

Nah pada saat saya menunggu di lobby, tidak lama kemudian keempat sekawan pun menyapa saya, dan kamipun berkenalan.

Bu Dian, Dina, Tina dan Ita. Pertama kali berkenalan saya agak bingung namanya keempat sekawat itu hanya mampunyai 5 huruf yang di putar menjadi 4 nama.

Pada saat kami keluar hotel, tiba-tiba saja ibu-ibu ini ingin merubah jadwal yaitu mereka ingin pergi ke Outlet di La Vallée Village.

Karena mereka menginap dekat sekali dengan setsiun metro, maka kami hanya berjalan kaki sebentar, dan kemudian membeli tiket metro, yaitu sebesar kurang dari 18 euro / orang untuk 1 hari penuh.

Tapi sebelum kami ke metro, saya mengantarkan mereka untuk ke Champs de Mars, juga cara mengetahui dimana pintu masuk untuk naik menara eiffel (kareta naik menara eiffel adalah salah satu tujuan mereka) dan juga mengambil beberapa foto.

Outlet La Vallée Village

Outlet ini adalah outlet termurah yang ada di Paris, untuk membeli tas, sepatu, kacamata, baju dll branded.

Selain harganya jauh 50% lebih murah, bahkan ada juga beberapa brand menambahkan lagi diskon hingga 50% lagi dari harga outlet + 12% tax free yang bisa kalian ambil cash di hari yang sama.

Nah karena itu banyak turis yang saya ajak kesini untuk berbelanja.

Seperti merk Longchamp, Coach, Prada, MK dll.

Bahkan ada juga turis yang kesini dengan membawa koper untuk membawa barang belanjaan mereka.

Karena mereka berbelaja tidak nanggung-nanggung bahkan juga ada yang samapi membeli koper disana.

Kalau empat sekawan ini mereka tidak perlu membawa koper, karena mereka hanya membeli sesuai yang mereka incar.

Kalian bisa mendapatkan voucher diskon pada saat pendaftaran di link ini.

Tetapi, voucher ini hanya bisa kalian pakai di harga barang normal, tanpa diskon. Biasa voucher hanya 10% tidak lebih.

Kemudian, di outlet ini, tidak bisa hanya 2 jam. Bayangkan kami sampai jam 10 pagi dan pulang jam 6 sore.

Kaki bisa kalian bayangkan bagaimana lelahnya keliling outlet dan mall.

Keesokan harinya

Arc de Triomphe

Mba Ita, Tina, Dina dan Dian di depan monumen

Seperti biasa, pagi hari merupakan hari yang bagus untuk menjelajah kota Paris, arc de triomphe salah satunya.

Selain bisa berfoto di depan monumen, mereka juga bisa berbelanja dan menikmati Avenue Champs Elysées.

Ini adalah salah satu jalanan tercantik yang ada di dunia, apalagi di bulan desember. Banyak lampu-lampu yang menyala.

Heboh berbelanja parfume dan makeup

Dari kemarin, mba Dian selalu ingin membeli parfume Dior.

Jadi saya usulkan, karena saya mempunyai member di toko Marionnaud.

Dan hampir setiap bulan saya menerima SMS untuk mendapatkan diskon sebesar 25% untuk semua produk.

Jadi saya memberikan mereka member diskon saya untuk mereka pakai, dan diskonnya sangat lumayan.

Biasanya utnuk turis mereka akan menerima tax free sebesar 12% dengan minimun belanja 175 euros.

Pada saat mereka membayar dan menanyakan, tetang tax free, mereka di berikan 2 pilihan yaitu : memakai diskon 25% atau tax free 12%, karena pihak toko tidak bisa memberikan kedua diskon tersebut.

Alhasil mereke memilih yang 25% ketimbang tax free yang hanya 12%.

Keliling mencari koper Lipault

Mba Tina, mbaIta kopernya agak retak, dan wajib membeli koper baru. Dan setelah dari Champs Elysées, saya mengajak mereka ke area Passage du Havre.

Sebelum mencari koper tersebut, mba Ita kepegen membeli Fossil.

Setelah Fossil kami pun lanjut berjalan kaki lewat di antara Le Printemps dan Galerie Lafayette. Toko Lipault tersebut terletak di Madelaine.

Jadi agak lumayan jarak jalan kakinya, sedangkan jika kami menggunakan mtero akan jauh lebih lama jaraknya.

Karena hanya 2 orang yang mencari koper, akhirnya saya meminta 2 orang lainnya untuk menunggu kami di Paul, sambil makan siang.

Dan akan kami temui setelah membeli koper.

Jadi pada saat mengajak empat sekawan ini berbelanja, saya harus menyusun rencana kemana dan apa yang mereka inginkan itu tidak sama. Alhasil harus saya sesuaikan dengan tujuan jalan kami hari itu.

Louvre

Setelah foto-foto di depan piramida kaca. Disini pengalaman yang tidak dienakan di dapat oleh mba Ita.

Sebelumnya saya sudah memberitahukan mereka untuk membeli souvenir di toko yang akan kita datangi.

Dan tanpa pikir panjang, mungkin mereka tertarik dangan harga yang di tawarkan oleh penjual kulit h***m (maaf saya bukannya rasis, tapi memang kenyataannya yang berjualan adalah orang tersebut) jauh lebih murah kemungkinan bagus untuk di berikan sebagai oleh-oleh.

Dan pada saat mba Ita mau mengambil barang tersebut, penjual mengatakan bahwa mba Ita belum membayar. Kenyataannya sudah di bayarkan oleh mba Tina.

Cekcokpun di mulai, akhirnya sayapun menenangkan, lebih baik kita pergi daripada nanti ada polisi yang datang, akan berujung panjang dan kita akan kehabisan waktu.

Akhirnya mba Ita mengembalikan barang tersebut dan kehilangan uang sebesar 10 euros.

Next stop !!

Grande Mosquée de Paris

Saatnya mengunjungi mesjid. Mesjid ini adalah salah satu mesjid yang terkenal yang ada di Paris.

Ini adalah salah satu tempat yang mba Dian ingin kunjungi.

Dengan membawa koper yang mereka beli, sangat tidak mudah untuk masuk ke dalam mesjid.

Akhirnya saya menawarkan untuk menjaga koper mereka dan mereka bisa melihat dan menikmati suasana mesjid tanpa menarik koper.

Bisa lihat di sini suasana mesjid.

Trocadéro

Seperti biasa sebelum kami berpisah, saya mengajak mereka berfoto-foto di trocadéro yang terkenal ini.

Kemudian mengantar dan memberitahukan mereka dimana mereka harus membeli tiket untuk tour kapal di atas sungai seine.

Cuaca yang pada hari itu mendung, dingin dan rintik hujan. Mereka tetap semangat untuk jalan dan menikmati pemandangan kota Paris.

Empat Sekawan Berkeliling Di Paris

Catatan Aku di perancis :

Menjadi tour guide di Paris itu mempunyai berbagai macam pengalaman. Pengalaman sebelumnya ada yang kecopetan, tertipu oleh penjual dan juga ke paris hanya menghabiskan waktu berbelanja.

Pokoknya saya sangat senang bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru.

Inti dari cerita ini, pokoknya jika kalian ingin berbelanja barang untuk sebagai oleh-oleh, pergilah ke toko yang di percaya yang mempunyai CCTV.

Jadi jika kalian bayar kalian ada bukti, jangan membeli di penjual kaki lima, seperti yang ada di Louvre.

Dan juga jangan pernah menjawab, jika saja ada orang menanyakan jam itu adalah para pencopet.

Seperti kejadian kami di dalam kereta ada 5 wanita cantik menanyakan kami jam, padahal tangan mereka sudah mulai membuka tas. Saya pun sudah memberitahukan keempat sekawan untuk berhati-hati.

Tidak lama kemudian, salah seorang security mengusir para wanita muda tersebut.

Keadaan tas si keempat sekawan beberapa tas dari mereka sudah terbuka, dan untungnya tidak ada barang yang hilang.

Ini adalah cerita nyata yang saya rangkum sendiri.


Bagikan



2 koment di artikel « Empat Sekawan Berkeliling Di Paris »

  1. Dian Yuni Astuti

    Jawab

    Terima kasih Silvi yg telah menemani kami selama di Paris. Sunggung menyenangkan berkeliling di Paris bersama Silvi, kami serasa sdh kenal lama. Silvi yg sabar melayani kami dengan segala kehebohan kita.
    Sampai jumpa lagi Sulvi…Insyaallah kita dipertemukan lagi….kalau pas pulang ke Indonesia jgn lupa kabarin kita…love..love

    • Silvi Aprilia

      Jawab

      Terima kasih mba Dian dan kawan-kawan sudah mempercayakan saya untuk menemani empat sekawan jalan-jalan dan berbelanja di Paris 🙂 sampai jumpa lain waktu. Salam Sivi


Kirim koment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.