Private Tour Guide Untuk Keluarga Pak Hilman

Romantisnya Pak Hilman bersama Istri

Menjadi private tour guide bukan hal yang biasa untuk saya. Sebelumnya saya sudah pernah menemani orang-orang indonesia bahkan orang dari Malaysia sekalipun.

Mereka meminta saya untuk menemani jalan-jalan,dan berfoto di depan landmark Paris, yes… Menara Eiffel.

Sabtu, 20 april jam 15.59 tiba-tiba saja saya menerima sebuah email dari orang indonesia.

Yang berisi permintaan untuk memandu perjalanan mereka selama di Paris.

Yaitu sebanyak 3 orang (bapak, ibu Hilman dan seorang anak laki-laki, Naufal).

HH Family
Kiri ke kanan ( Bapak Hilman, Ibu Yossi dan Naufal)

Walaupun saya bukan berlatar belakang untuk menjadi pemandu wisata,. Saya sangat senang untuk bisa menemani orang-orang indonesia yang ingin melihat kota Paris.

Apalagi Paris adalah kota yang sering saya lihat, walaupun saya tidak tinggal tepat di kota Paris.

Selidik demi selidik, ternyata Pak Hilman membaca artikel saya sebelumnya tentang Menjadi Tour Guide.

Karena artikel inilah pak Hilman akhirnya kontak saya via email.

Berbelanja di Galerie Lafayette.

Jam 9 pagi pak Hilman dan keluarga meminta saya untuk di jemput di bandara, karena mereka datang dari Prague.

30 menit sebelum waktu landing saya sudah berada di Bandara Charles de Gaulle.

Dan setelah menunggu 1 jam akhirnya saya bertemu mereka di depan pintu kedatangan.

Kami pun langsung mengambil taxi untuk pergi ke Hotel Pullman La Defense, dimana mereka menginap selama 5 hari kedepan.

Dengan koper yang begitu banyak, sangat susah untuk berkeliling kota Paris, solusinya harus di titipkan di hotel agar lebih gampang.

Jadwal rencana perjalanan sudah saya rencanakan dari jauh-jauh hari, tetapi pada akhirnya rencana yang saya buat tidak sesuai yang kami jalankan.

Ibu Yossi di Trocadero Paris
Ibu Yossi di Trocadero Paris

Karena keluarga bapak Hilman sudah sering mengunjungi Paris sebanyak 5x dan karena itu, jadwal yang saya bikin akhirnya tidak terlaksana.

Tapi saya sangat senang jalan dan berkeliling Paris dengan keluarga pak Hilman karena saya banyak santainya 😆, dan malah hampir 100% saya hanya menemanin si Ibu berbelanja (memasuki toko) ketimbang mengunjungi tempat wisata.

Di hari pertama kami mengunjungi Trocadéro untuk berfoto dan bertemu teman pak Hilman yang hampir 50 tahun tidak bertemu. Dan pada akhirnya mereka di pertemukan di Paris, tepatnya di Trocadéro.

Pertemuan setelah 50 tahun lamanya
Pertemuan setelah 50 tahun lamanya

Kami pun makan siang bersama di restoran sebrang menara eiffel trocadéro, yaitu di Le Wilson.

Saya rekomendasikan untuk makan Confit de canard di restoran ini di jamin kalian tidak akan menyesal.

Jangan mengambil makanan lain, karena tidak akan cocok di lidah kalian.

Setelah makan siang, karena cuaca di paris pada hari itu mendung dan hujan.

Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu setengah hari (sampai jam 18.00) di Galerie Lafayette .

Berbelanja alat kosmetik dan baju tentunya.

Naufal di Trocadero
Naufal di Trocadero

Berbelanja di tempat terkenal Champs-Élysées.

Di hari kedua, seperti biasa jam 9 pagi saya menjemput mereka di hotel.

Dan mengajak mereka untuk melihat Basilika Sacre Coeur di Montmarte, sarapan di area Montmartre, berfoto di sekitar Palais-Royal yang ada di adegan film Tom Cruise Mission: Impossible – Fallout.

Tempat ini sangat terkenal dan sayang kalau tidak berfoto.

Untuk makan siang saya selalu merekomendasikan tempat makanan enak yang orang indonesia bisa makan yaitu, makanan Vietnam Pho 14 di area Opéra.

Sampai-sampai pak Hilman ketagihan dan ingin makan Pho lagi 😄.

Nah setelah makan siang, mereka ingin berbelanja lagiiiii…iya lagiii dan lagiii 🤓.

Maka dari itu saya merekomendasikan untuk berbelanja di Champs-Élysées.

Palais-Royal-Garden-Paris
Palais-Royal-Garden-Paris

Karena di tempat itulah banyak pertokoan yang mereka cari seperti, toko PSG, Tumi, Coach, Louis Vuitton dll.

Setelah dari Champs-Élysées dan karena ada barang yang belum terbeli oleh ibu Yossi, saya pun merekomendasikan untuk melihat mall yang ada di dekat hotel mereka, yaitu Les Quatre Temps.

Dengan begitu, kami tidak usah terlalu repot untuk membawa barang bawaan ke mall, cukup di taruh di kamar hotel jadi lebih gampang untuk menyambung cuci mata di mall.

Saya hanya pergi berdua ibu Yossi, karena pak Hilman dan anaknya pergi ketempat lain, dan akan bertemu kembali pas jam makan malam.

Conciergerie, Penjara Revolusi Perancis.

Di hari ketiga, selama di Paris tepatnya di pagi hari, kami selalu berpergian dengan menggunakan metro, dan di sore hari baru kami pulang menggunakan uber.

Karena ibu Yossi tidak sanggup pulang jika menggunakan metro, dengan membawa barang belanjaan yang lumayan berat.

Untunglah, sore hari di Paris tidak mengalami macet, karena suasana kota paris begitu sepi di bulan agustus. Di karenkan penduduk aslinya sedang berlibur sedangkan di Paris penuh dengan turis.

Jadi pada saat naik uber jalanan begitu lancar, yang biasanya macet kali ini benar-benar mulus.

Jam 10 pagi kami sampai di Ile de la Cité, tepatnya di depan Conciergerie. Hanya Naufal dan pak Hilman yang pergi melihat museum lainnya, yaitu Invalides.

Dan saya seperti biasa menemani ibu Yossi berbelanja di area Opéra. Menjadi penerjemah, dan juga meminjamkan kartu member saya agar bisa mendapatkan diskon yang lumayan jika berbelanja.

Jam sudah menunjukan pukul jam 12 siang, saya dan ibu Yossi mencari restoran jepang karena Naufal kepingin makan makanan jepang dari hari sebelumnya.

Kami pun melihat sebuah restoran jepang di area Opéra, yaitu Koetsu setelah makan siang kami berpisah lagi, yaitu berbelanjaaaaaaaa sampai jam 18.00 ✌️ di lanjutkan makan malam di mall La defense sampai jam 19.00.

Keliling area kota cantik di Honfleur.

Perjalanan kali ini sedikit berbeda. Kami tidak hanya mengunjungi area Paris, tetapi juga area Normandie, Perancis bagian barat.

Jam 7.54 saya dan suami sudah sampai di hotel Pak Hilman yaitu, Hotel Pullman La Defense.

Sesuai omongan kami sebelumnya saya akan mengajak Pak Hilman dan keluarga untuk melihat kota di luar Paris.

Beruntunglah, suami tanggal segitu lagi libur kerja dan bisa mengantarkan pak Hilman dan keluarga untuk berkeliling dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Jika saja kami pergi menggunakan kendaraan umum pastinya pak Hilman dan keluarga akan sangat kesusahan untuk melihat pemandangan di area sekitar luar Paris.

Ini adalah pertama kalinya bpk Hilman dan keluarga mengunjungi area Normandie.

Menjadi Tour Guide Bapak Hilman & Keluarga Tour Ke Hornfleur
Menjadi Tour Guide Bapak Hilman & Keluarga Tour Ke Honfleur
Naufal di Honfleur
Naufal di Honfleur
Hornfleur
Honfleur

Ketika kami sampai di Honfleur, cuaca tidak bersahabat, yaitu cuacanya agak melow (mendung dan berangin).

Untungalah ketika hari makin sianga, cuaca makin panas.

Di Honfleur, masih banyak bangunan tua yang bisa kita lihat, dan bagus untuk berfoto.

Kota ini bisa di bilang seperti kota nelayan karena banyak kapal disana.

Untuk makan siang saya rekomendasikan untuk makan di Brasserie de L’église, makanan seafoodnya sangat enak.

Harga permenu sangat murah di bandingkan di Paris dan juga sudah termasuk makanan pembuka, makanan utama, dan juga makanan penutup.

Tidak termasuk minuman.

Pantai Etretat, wajib di kunjungi !!

Setelah kami mengelilingi kota Honfleur, saya dan suami mengajak pak Hilman dan keluarga untuk mengunjungi pantai Etretat yang sangat terkenal ini.

Karena sayang kalau di lewatkan. Jaraknya dari Honfleur hanya sekitar 1 jam perjalanan.

Pada saat kami sampai di Etretat, semua parkiran penuh dan sangat susah untuk parkir.

Kerena tanggal 15 agustus adalah hari libur di perancis yaitu tanggal merah, banyak turis dan orang perancis yang jalan-jalan ke kota ini.

Pak Hilman di etretat
Pak Hilman di Etretat
Etretat
Etretat

Angin berhembus kencang dan agak dingin, belum lagi banyak orang di sekitar kota.

Pada akhirnya pak Hilman dan bu Yossi memutuskan untuk berhenti di cafe dan meminum teh sejenak.

Beberapa menit kemudian, karena waktu sudah agak sore, sekitar jam 5 sore, akhirnya para lelaki menaiki tebing di atas, saya seperti biasa hanya menemani ibu Yossi berkeliling dan memperlihatkan banguanan yang ada si sekitar Etretat, dan pastinya sambil berfoto dan mencari souvenir.

Tidak lupa kami membeli ikan kaleng yang sangat terkenal di Perancis, yaitu la belle-iloise.

Ibu Yossi Di Etretat
Ibu Yossi Di Etretat
Pak Hilman dan Keluarga di Etretat
Pak Hilman dan Keluarga di Etretat

Makan malam di Rouen, Normandie.

Waktu sudah menunjukan pukul 19.00, saatnya kami pulang, yang lain sudah sangat kelelahan dan juga perjalanan yang begitu jauh untuk kembali ke daerah Parisienne.

Sementara jam tersebut sudah menunjukan jam makan malam, saya dan suami berinisiatif untuk mengajak pak Hilman dan keluarga makan malam di kota Rouen.

Di Rouen banyak sekali cafe-cafe dan restoran yang buka di tanggal 15 agustus.

Kami pun makan malam di Le French Burger By Philippe Cyril.

Selain makananya homemade pelayannya juga sangat baik dan bagus.

Saya sarankan untuk mengambil menu LE BRESSOIS.

Setelah makan malam kami pun lanjut perjalanan pulang untuk mengantar pak Hilman dan keluarga ke hotel, yaitu jam 00.00.

Hari yang melelahkan , tetapi semua terbayar dengan pemandangan kota yang kami kunjungi.

Hari terakhir keluarga pak Hilman di Perancis.

Setelah 5 hari bersama keluarga pak Hilman, tak terasa ini adalah hari terakhir kebersamaan kami.

Orang yang baru saya kenal, sudah seperti keluarga sendiri, dari pagi hingga malam menemani keluarga pak Hilman jalan-jalan dan berbelanja di kota Paris dan sekitarnya.

Karena ini adalah hari terakhir, saya dan suamipun berinisiatif untuk mengajak pak Hilman dan keluarga mengunjungi istana yang tak bagitu jauh dari arah Paris. Yaitu Château Gaillard / Istana Gaillard.

Walaupun keluarga pak Hilman tidak mau masuk dan jalan kaki ke dalam istana tidak apa-apa, karena jam 16.00 kami sudah harus berasa di Paris.

Jadi kami harus bergerak cepat agar bisa melihat istana yang lainnya.

Istana Gaillard Les Andelys
Istana Gaillard Les Andelys
Ibu Yossi di depan istana Gaillard
Ibu Yossi di depan istana Gaillard
Pemandangan Sungai Seine di area Istana Gaillard
Pemandangan Sungai Seine di area Istana Gaillard

Perjalanan ke arah Istana La Roche Guyon tidak terlalu jauh dari arah Istana Gaillard, kami pun tidak melewati jalan tol, agar keluaraga pak Hilman bisa melihat suasana pedesaan yang ada di Perancis.

Tidak lama kemudian kamipun akhirnya sampai di la roche guyon, istana yang pada jaman Nazi pernah tempati untuk para tahanan.

Berfoto di depan istana dan makan siang di restoran pinggir sungai seine, yaitu tepatnnya di Logis Hôtel les Bords de Seine.

Istana La Roche Guyon
Istana La Roche Guyon

Searah jalan pulang menuju Paris, saya mengajak pak Hilman dan keluarga untuk berfoto di salah satu tempat favorite saya yaitu, Moulin de Fourge.

Tempat ini adalah restoran yang menyediakan tempat resepsi penikahan, yang berlokasi di pinggir sungai dan mempunyai mill (penggilingan) yang masih berfungsi tetapi sekarang hanya menjadi hiasan.

Berbeda dari jaman dulu yang mereka pakai untuk menggiling gandum dan sebagainya.

Setelah kami berkeliling, kamipun memutuskan untuk ke Paris, menemani keluarga pak Hilman berbelanja oleh-oleh yang belum terbeli, dan di akhiri dengan makan malam bersama di sebuah restoran Vietnam yang pak Hilman idam-idamkan untuk makan malam perpisahan kami.

Moulin de Fourges
Moulin de Fourges
Ibu Yossi di depan Moulin de Fourges
Ibu Yossi di depan Moulin de Fourges

Untuk pak Hilman dan keluarga, terima kasih sudah mempercayakan saya menjadi private tour guide selama lima hari terakhir.

Semoga lain waktu kita akan berjumpa lagi 🙏

Salam hangat ❤

Silvi 

foto credit © Silvi Aprilia www.akudiperancis.com

2 koment di artikel « Private Tour Guide Untuk Keluarga Pak Hilman »


Kirim koment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.