Cara Membuat CNI & Paspor Perancis untuk Anak Campur Indonesia–Perancis

Sebagai orang tua Indonesia yang tinggal di Perancis, salah satu hal penting yang harus kita urus setelah punya anak adalah dokumen identitas resmi, yaitu CNI (Carte Nationale d’Identité) dan paspor Perancis.
Awalnya, aku sempat bingung dan agak takut prosesnya bakal ribet apalagi semua sistemnya online dan dalam bahasa Perancis! Tapi setelah melewatinya sendiri, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan asal tahu urutannya.
Di artikel ini aku akan berbagi pengalaman pribadi sekaligus panduan lengkap untuk kamu yang ingin membuat CNI dan paspor anak campur (Indonesia–Perancis) di Perancis.

1. Kapan Anak Bisa Dapat CNI dan Paspor Perancis?

Kalau anakmu lahir di Perancis dan ayah atau ibunya warga negara Perancis, otomatis anak punya kewarganegaraan Perancis sejak lahir.
Jadi, kamu bisa langsung urus CNI dan paspor Perancis begitu akta lahir (acte de naissance) sudah keluar dari mairie.

Kalau anak lahir di Indonesia atau negara lain, tapi punya ayah atau ibu berkewarganegaraan Perancis, kamu tetap bisa ajukan CNI dan paspor di konsulat Perancis (misalnya di Jakarta).

Nah karena aku berdomisili di Perancis maka aku tidak perlu ke konsulat Perancis cukup pengurusan online melalui situs ANTS. Situs ini sangat praktis untuk pengurusan dokumen seperti, CNI, Paspor, dan SIM, tidak harus datang ke kantor Walikota untuk mendapatkan daftar dokumen cukup isi formulir secara online. Jika sudah isi sesuai nama dan alamat kalian harus membayar timbre fiscale sebesar 17 euros.

2. Dokumen yang Perlu Disiapkan

Berikut daftar dokumen yang aku siapkan saat membuat CNI dan paspor anak di Perancis:

Untuk CNI dan Paspor Anak (warga negara Perancis):

  • Acte de naissance (akta lahir) anak versi lengkap (copie intégrale)
  • Pièce d’identité orang tua (CNI/paspor orang tua Perancis + paspor orang tua Indonesia / Titre de séjour)
  • Justificatif de domicile terbaru (misalnya tagihan listrik EDF, sewa rumah, dll)
  • 2 foto identitas anak ukuran resmi biometrik ( karena anakku berumur 3 bulan jadi aku harus ke studio foto professional) biaya kurang dari 30 euros.
  • Formulir permohonan CNI & Paspor (bisa diisi online di ANTS – Agence Nationale des Titres Sécurisés)
  • Bukti rendez-vous di mairie berupa lembaran di dalam email yang di berikan oleh pihak ANTS ketika kita sudah submit formulir dan bayar timbre.

Catatan:
Kalau anak masih bayi, foto bisa diambil di studio foto yang sudah terbiasa menangani bayi untuk dokumen resmi. Jika anak sudah agak besar maka bisa foto di fotobox (Photomaton).

3. Mengajukan Permohonan Online

Langkah pertama yang aku lakukan adalah membuat akun di situs ANTS (https://ants.gouv.fr).
Di sana kita bisa pilih untuk mengajukan pembuatan CNI dan paspor anak secara bersamaan.

Setelah isi semua data anak dan orang tua, sistem akan memberikan nomor permohonan (numéro de pré-demande) yang nanti dibawa saat datang ke mairie.

Tips dariku:
Simpan baik-baik nomor permohonan dan cetak bukti pré-demande ini, karena itu wajib ditunjukkan saat datang ke mairie. Untuk foto anak nanti pihak La Mairie yang akan menempelkan di lembaran tersebut.

4. Buat Janji di Mairie (Rendez-vous)

Tidak semua mairie melayani pembuatan CNI dan paspor, jadi pastikan dulu di situs mairie setempat apakah mereka punya borne biométrique (alat perekam sidik jari & foto).
Aku pribadi memilih mairie yang sedikit jauh dari rumah tapi punya jadwal rendez-vous lebih cepat, karena di kota besar kadang harus menunggu berminggu-minggu.

Saat datang ke mairie, aku membawa semua dokumen asli + fotokopi dan anaknya juga wajib dibawa. Karena mereka ingin memastikan jika pemohon paspor benar ada dan anak dibawah umur.
Petugas akan memeriksa semuanya, mengambil tanda tangan dan sidik jari (kalau anak sudah cukup besar).
Untuk bayi atau balita, hanya foto yang dipakai — tidak perlu sidik jari atau tanda tangan. Jadi yang tanda tangan adalah salah satu orang tuanya, bisa Ayah atau Ibu.

5. Biaya Pembuatan

Untuk anak di bawah 18 tahun:

  • CNI (Carte Nationale d’Identité): Gratis
  • Paspor Prancis anak: €17 (dibayar dengan timbre fiscal elektronik, bisa dibeli online di situs timbres.impots.gouv.fr)

Aku sarankan beli timbre fiscal sebelum datang ke mairie, jadi prosesnya bisa langsung selesai tanpa bolak-balik.

6. Waktu Proses dan Pengambilan

Setelah menyerahkan semua berkas di mairie, aku hanya menunggu sekitar 2-3 minggu untuk menerima SMS pemberitahuan bahwa CNI dan paspor anak sudah bisa diambil.
Proses bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung musim dan lokasi.

Saran aku jangan bikin CNI dan Paspor dekat-dekat musim liburan prosesnya akan lama.

Saat pengambilan, orang tua tidak wajib datang bersama anak.
Petugas akan meminta tanda tangan penerimaan, dan voila — CNI serta paspor anak siap digunakan!

7. Bagaimana Kalau Anak Campur (Indonesia–Perancis)?

Nah, ini bagian yang banyak ditanyakan.
Kalau kamu adalah orang tua Indonesia dan pasanganmu warga Perancis, berarti anak otomatis punya dua kewarganegaraan (Indonesia dan Perancis) sampai usia 18 tahun.

Kamu masih bisa membuat paspor Indonesia untuk anak di KBRI Paris (atau KJRI Marseille/Lyon tergantung wilayah).
Biasanya dokumen yang diminta:

  • Akta lahir anak
  • Bukti kewarganegaraan orang tua Indonesia
  • Kartu keluarga/akte perkawinan
  • Paspor Perancis anak (jika sudah jadi)
  • Lapor diri di KBRI

Dengan begitu, anakmu bisa punya dua paspor dan dua identitas hukum, tanpa masalah selama masih di bawah umur. Jadi tidak perlu lagi membuar affidavit karena anak sudah punya 2 paspor Indonesia dan Perancis.

8. Tips Pribadi Berdasarkan Pengalamanku

Berikut beberapa tips dariku agar proses berjalan lancar:

  • Siapkan dokumen digital & fisik. Banyak dokumen diminta dalam bentuk scan PDF saat pendaftaran online.
  • Jangan tunggu lahirnya anak terlalu lama untuk buat akta. Semakin cepat urus akta lahir di mairie, semakin cepat bisa lanjut ke proses pembuatan CNI & paspor.
  • Ambil foto di studio yang paham aturan paspor. Foto bayi gampang ditolak kalau tidak sesuai format biometrik.
  • Gunakan browser Perancis & bahasa Perancis saat isi form ANTS. Kalau pakai Google Translate, kadang error.
  • Cek status permohonan di akun ANTS. Kamu bisa lihat progres tanpa harus ke mairie.

9. Penutup: Pengalaman yang Bikin Bangga

Jujur, waktu pertama kali pegang CNI dan paspor Perancis anakku, aku merasa haru banget.
Rasanya seperti pencapaian besar bukan cuma karena proses administrasinya yang panjang, tapi juga karena ini menandakan awal perjalanan hidup baru anak kami sebagai warga dunia.

Semoga pengalamanku ini bisa membantu kamu yang sedang atau akan menjalani proses yang sama.
Kalau kamu punya pertanyaan seputar langkah-langkahnya, boleh banget tinggalkan komentar di bawah atau kirim pesan melalui email aku senang bisa berbagi dan membantu sesama orang tua Indonesia di Perancis.

Kirim koment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.