Anvers, Belgium

Mari kita melanjutkan perjalanan ke Anvers.

Setelah dari Gent, dengan hanya menggunakan GPS di handphone sebagai penunjuk jalan kami pun sampai di Anvers.

Hanya memakan waktu 1 jam, ya tetapi mencari alamat Hotel kami yang sedikit susah, karena jalannya satu arah dan juga tidak ada tempat pemberhentian untuk mobil alias tempat parkir untuk menurunkan barang-barang bawaan.

Ketika sampai hotel, mau tidak mau kami harus memutar jalan sebanyak 2x 🙁 untuk mencari tempat parkir.

Bayangkan saja kami sampai hotel pada malam hari dan hotel tersebut tidak menyediakan fasilitas seperti tempat untuk menurunkan barang apalagi parkir gratis, jangan harap ada !! coba di Indon setiap hotel ada tempat parkir.

Harga parkir permalamnya di hotel tempat kami menginap seharga 17 € atau sekitar Rp. 245.000, sementara kami menginap 2 malam ya kalikan saja berapa euro yang harus kami bayar ! Tetapi setelah kami pikir-pikir lebih baik cari tempat parkir gratis, ya untungnya saja ada parkiran gratis dari jam 22.00 s/d
09.00 lumayan kan ngirit pengeluaran 😀 dan juga sangat dekat hanya berjalan kaki ± 5 menit.

Kenapa kami memilih parkiran yang free ? karena keesokan paginya kami ingin berkeliling di kota Anvers dengan menggunakan mobil, dan agak rugi dong kalau harus bayar parkir mahal-mahal. Buat apa bayar kalau ada parkiran yang gratis. Satu lagi yang paling sedih yaitu tidak ada fasilitas wifi didalam kamar hotel 🙁 berbeda sekali dengan hotel yang kami tempati di Bruges padahal sama brand, tapi tidak apa-apalah toh istilahnya cuma untuk tidur saja. Jadi kalau saya mau ngeupadte sosial media ya harus menggunkan hotspot di hp sang pacar 😀

Anvers (1)
Stasiun KA di Anvers diambil keesokan paginya

Setelah memasukan barang di Hotel, kami pun mencari makan malam, karena hotel yang kami tempati sangat strategis maka banyak sekali restaurat yang ada disini, bukan hanya banyak restaurant saja loh yang ada di Anvers, disini banyak sekali toko berlian di sekitar hotel kami ini.

Makanya saya menyebutkan kota berlian 😀 Kalau mau mencari berlian silahkan datang ke Anvers 🙂 !!

Nah menyambung untuk makan malam, saya memutuskan ke restaurant Hector Chicken, karena pada malam itu saya kepingin sekali makan seperti makanan KFC yang ada di Indon maklum setahun lebih saya tidak makan-makanan seperti ini.

Ada kejadian lucu waktu pas pacarku mau mambayar menggunkan kartu eh ternyata mesinnya rusak, balik dong si pacar ke hotel untuk mengambil uang cash karena tidak ketemu mesin ATM yang dekat.

Lumayan lama saya nunggu di resto mungkin ada 5-8 menitan, untungnya sang penjual baik banget, mereka menyuruh saya untuk makan duluan sementara menungu sang pacar datang.

Takut kentang gorengnya dingin :D. Finally !!  sang pacar datang langsung ke kasir membayar makanan yang sudah kami pesan, dan dia diberi extra kentang goreng yang masih panas, ya sebagai permintaan maaf mereka pihak restaurant karena si mesin rusak dan menyuruh dia untuk membayar dengan uang cash 🙂 tetapi kami tidak bisa menghabiskan semua, karena porsinya banyak sekali.

Sudah kenyang :D, saatnya kembali ke Hotel untungnya, tempatnya sangat dekat hanya 3 menit jalan kaki sampai deh dikamar hotel.

Anvers (2)
Suasana kota Anvers

Hanya saja pengalaman menginap malam pertama di hotel ini sangat tidak nyaman, mengapa ? ya begini nih ceritanya, pada jam 04.00 pagi tiba-tiba ada orang yang bicara sangat berisik. Kemudian ada suara alarm dan orang-orang yang mondar-mandir didepan pintu kamar kami seperti menarik koper seperti orang yang mau check-out di hotel.

Tidak lama kemudian yang tadinya kami setengah terbangun mencoba tidur nyenyak tidak bisa, dan lagi-lagi karena masih ada orang yang berisik, dan akhrinya si pacar memutuskan untuk keluar pintu kamar untuk memberitahukan ke orang tersebut agar tidar berisik, eh tetap saja masih berisik terus si pacar menelpon resepsionis dan tidak ada yang mengangkat.

Ya sudahlah terima nasib saja, kami pun melanjutkan tidur dan bangun jam 07.00 pagi untuk bersiap-siap menjelajah kota Anvers.

Jam 08.45 kami mengajukan komplain nih ke pihak hotel, dan ternyata alarm di hotel mereka nyala sendiri entah kenapa, kata mereka ada yang menyalakan alarm, yah mungkin orang mabuk kali ya iseng terus menekan tombol alarm, makanya ketika si pacar menelpon pada subuh tadi tidak ada yang angkat ternyata si resepsionis lagi mengecek dan mematikan alarm tersebut.

Anvers (3)
Patung tangan raksasa yang dibuang ke Sungai Scheldt.

Saatnya menjelajah kota Anvers. Pertama-tama karena masih pagi sekali kami memutuskan untuk sarapan disebuah café yang berdekatan dengan katedral : Onze-Lieve-Vrouwekathedraal, maaf saya lupa nama cafénya apa karena semua tertulis kebanyakan bahasa Belanda jadi daya ingat berkurang.  Bahasa Perancis saja saya sudah lumayan pusing apalagi ditambah belanda 😀  

Anvers (19)
Sarapan dipagi hari dengan susu dan coklat belgia, foto ini diambil menggunakan handphone Samsung galaxy S5

Onze-Lieve-Vrouwekathedraal

Sarapan di sebuah café sudah selesai, ketika kami ingin mengunjungi katedral tidak bisa karena yang kami lihat ada acara pemakaman seseorang yang meninggal, jadi kami memutuskan untuk mengunjungi disiang hari. Didalam katedral ini juga ada memperlihatkan berbagai macam lukisan-lukisan tentang Yesus Kristus.

Saran saya kalau ke sini harus membawa uang cash, karena mereka hanya menerima cash only 😀 !!

Anvers (4)

Anvers (11)

Alamat :

21 Groenplaats

Antwerpen, 2000 

BELGIUM

Harga tiket masuk

6,00 €  / orang

Museum Plantin-Moretus

Karena di Katedral masih belum bisa kami kunjungi, jadi lebih baik melihat disekeliling kota Anvers, ada salah tempat yang sangat bagus untuk dikunjungi yaitu Museum Plantin-Moretus. Ini adalah sebuah museum yang memperlihatkan alat untuk mencetak tulisan pada abad ke-16 oleh Christophe Plantin  dan Jan Moretus. Berletak di kota Anvers yang sebelumnya adalah tempat tinggal mereka.

Anvers (10)

Anvers (8) Anvers (9)

Anvers (21)

Anvers (7)
Mau pamer sedikit dong, baju yang saya pakai ini adalah buatan tangan saya sendiri loh, dengan bermodal benang wool dan jarum rajut berserta kesabaran saja dalam merajut akhirnya jadi dan bisa di pakai terutama dimusim dingin. Hangat sekali ketika dipakai ♥ Oh iya yang dileher saya ini alah alat untuk mendengarkan rincian yang diperlihatkan didalam museum tersebut.

Alamat :

 22-23 Vrijdagmarkt

Antwerpen, 2000

BELGIUM

Tiket Masuk :

Pada saat itu kami tidak bayar alias GRATIS, karena kata mereka di hari selasa untuk masuk ke Museum Gratis 😀 hanya membayar 2 € untuk menyewa alat untuk mendengarkan rincian-rincian yang ada didalam museum.

Nah karena waktu sudah menunjukan hampir jam 5 sore, saatnya pindah parkiran kalau tambah lama nanti malah tambah mahal bayar parkirnya, ini saja 9 jam bayar hampir 20 €, yah kalau sudah sore mending parkir ditempat umum walaupun harus berbayar, nah dapatlah parkiran di dekat Château de Steen. Memang benar kata orang hidup di Eropa tidak semurah di Indon, yah parkiran dimana-mana bayar perjam.

Pantas saja di Anvers banyak sekali orang-orang pergi menggunakan sepeda, malahan disediakan jalan khusus untuk pengguna sepeda. Yah hidup sehat dan hemat.

Château de Steen

Tidak bayak yang harus saya ceritakan didalam kastil ini, ya karena pada saat sampai jam kunjungan sudah tutup, jadinya hanya mampir di sebuah café yang ada didalam kastil sambil melihat matahari tenggelam atau bahasa kerennya Sunset.

Anvers (16)
Kastil Steen
Anvers (17)
Sungai Scheldt.

Pizzeria Da Antonio

Kami memutuskan untuk makan malam di Anvers sebelum pindah ke Bruxelles yaitu di Restaurant Italia “Pizzeria Da Antonio”, tempat ini pizzanya sangat enak sekali, yang masak juga asli orang Italia namanya Pak Antonio si owner sekaligus koki, kalau bicara aksen Italianya masih terdengar dan beliau sangat baik sekali. Kami diberikan masing-masing 1 gelas white wine. Baik kan si Owner tersebut 😀 !! Padahal pacarku setengah Italia, tetapi dia malu bicara bahasa Italia karena kurang lancar.

Karena si Owner terlalu baik, bayangkan saja ada seorang penjual bunga sepertinya mereka saling kenal, yang masuk ke dalam restaurant, kemudian pak Antonio langusung menawarkan spaghetti dan minuman kepada si penjual, tetapi si penjual bunga ingin memberikan bunga yang dia jual untuk diberikan kepada kostumer yang ada di restaurant pak Antonio jika ia mendapatkan makanan gratis.

Tentunya pak Antnio menolak dia untuk membagi-bagikan bunga tersebut secara gratis, lebih baik dia jual unuk mendapatkan uang dan juga si penjual sepertinya seorang Vegetarian, karena yang saya dengar si penjual mau spaghetti tanpa daging 🙂 jadi si penjual memutuskan hanya minum karena tidak diperbolehkan membagikan si bunga.

Eiits saran kalau ke Anvers jangan lupa bawa uang cash biar tidak menycari mesin atm ketika mau bayar disini, karena lagi-lagi mesin untuk pembayaran menggunkan kartu tidak bisa dan mesin penarikan uang tunai sangat jarang sekali disini. Sementara kami jarang membawa uang cash 😀

Alamat :

Grote Markt 6

Antwerpen 2000 

BELGIUM

Keesokan harinya kami harus ke Bruxelles untuk mengunjungi seorang teman yang kebetulan dia juga seorang blogger Indonesia yang menetap tinggal di Belgia.

Siapakah dia ? saya akan link’an nama blognya di artikel selanjutnya ketika saya berada di Bruxelles… Ini adalah tempat tujuan terakhir kami selama satu minggu di Belgia.

 Sampai jumpa di Bruxelles ♥ !!

4 koment di artikel « Anvers, Belgium »

    • Sil Aprilia

      Jawab

      Hi Emmy makasih atas pujian bajunya 😀 lumayan hasil belajar selama di Fr , dan hasilnya memuaskan 🙂

      Kalau ada waktu dan Rezeky, main-main ke Belgia Em, terutama di Bruges, tempatnya lebih bagus dari ini…

      • Crossing Borders

        Jawab

        Ya emang pengen jalan ke Eropa lagi.., dulu baru sempat ke Inggris, Prancis, dan Italia. Itu pun baru jadi turis aja, bukan penjelajah murni.. Dulu di Balikpapan tinggal daerah mana? Saya dulu tinggal di Sangatta tapi sering ke Balikpapan dan Samarinda.. Oh ya makasih udah berbagi info wisata ini ya..

        • Sil Aprilia

          Jawab

          Sama-sama semoga info wisatanya bisa membantu 🙂

          Gpp mba penjelajah sebagai turis yang penting sudah menginjakan kaki di Eropa 😀
          Aku di Sepinggan mba, dekatan sama bandara 🙂


Kirim koment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.