Couleurs d’Indonésie

Setelah sekian minggu disibukan dengan kursus bahasa Perancis. Kemudian menghabiskan waktu untuk belajar. Ditambah lagi pulang pergi dengan menggunakan trasportasi umum yaitu Métro.

Setiap hari saya menghabiskan waktu setengah hari diluar rumah. Belum lagi ketika setelah belajar ada jam Goûter (jam ngemil alias ngopi-ngopi cantik) bersama teman-teman sekelas.

Artikel kali ini saya akan membahas tentang acara Couleurs d’Indonésie yang telah berlangsung pada hari sabtu dan minggu kemarin.

Untuk bahasan si kursus mungkin nanti kali ya, saya akan bagikan ceritanya tentang keseharian saya ke Paris.

Acara ini sudah kedua kalinya yang telah saya datangi. Yang pertama tepat di musim gugur dan yang kedua pun juga di musim yang sama. Perbedaanya hanya dibulan.

Dan kali ini konsepnya sangat berbeda dibandingkan tahun lalu.

Saya memutuskan datang jam 1 siang bersama sang tunangan dan juga ayahnya. Karena jam segitu sangat tepat untuk makan siang. Belum lagi harus mengantri panjang. Apalagi menunya pasti sangat mengiurkan untuk lidah orang Indonesia.

Ondel-Ondel

Ketika sampai di depan bangunan si Pavillon Dauphine yang terletak di Paris 16 arrondissement.

Saya sempat menunggu lama untuk masuk kedalam bangunan tersebut. Karena tunangan saya lagi mencai tempat parkir. Sambil menunggu dia datang kebetulan ada teman yang lain juga datang. Cipika Cipiki (cium pipi kanan dan kiri, tradisi perancis).

Ondel-Ondel adalah boneka raksasa khas dari Betawi, biasa di tampilkan diacara pesta rakyat. Ini kedua kalinya saya melihat ondel-ondel secara langsung. Norakkkk ya…iyak maklum di kalimantan tidak ada ondel-ondel.

ondel-ondel

Makanan dan jajanan Indonesia

makanan-dan-jajanan-indonesia

Perut saya sudah keroncongan, karena sengaja pagi hari saya hanya sarapan satu mangkok susu coklat panas ditambah satu gelas jus buah tanpa memakan roti. Diet sedikit, agar ketika sampai di acara saya bisa makan banyak.

Tapi walaupun lapar tetap saja saya hanya makan satu porsi dan tanpa mengemil.

(di Perancis sengaja tidak menggunakan cangkir, mengapa ? karena ketika cuaca lagi dingin paling enak memegang mangkok yang panas agar tangan  menjadi hangat)  

Untuk sampai ke area kuliner, saya harus melewati pemeriksaan tas dan juga melewati pasangan si ondel.

Bukan hanya itu saja, saya juga melewati si karrpet merah, sedikit pemeran roti buaya, dan pameran kerajinan tangan dari masing-masing budaya dari negara kita (Indonesia).

Pada hari sabtu yang lalu saya memakan nasi campur yang berisi ; nasi, rendang daging, sambel merah, telur sembel hijau, dan sayur santan daun singkong. Sangking nikmatnya saya jadi lupa foto, setelah habis baru saya sadar : “oh, mon dieu j’ai oublié prendre les photos pour mon article” ! 

Maaf ya teman-teman saya lupa berbagi kesenangan dengan kulinernya. Saya janji lain kali tidak akan terlupakan.

suasanaareagarden

Roti Buaya

Siapa yang tidak tau dengan “Roti Buaya” ? Sebuah roti yang dibentuk sesuai dengan bentuk buaya ini ternyata ada juga di acara ini selain si ondel. Si roti ini juga hidangan khas dari Betawi, yang biasa selalu ada dalam upacara pernikahan.

Makna dari si roti buaya menurut para rakyat betawi adalah ; mereka percaya bahwa buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya. Karena itu roti ini dipercaya melambangkan kesetiaan dalam perkawinan.

Wah saya sangat takjub dengan budaya dari Indonesia. Dan sangat bangga menjadi WN Indonesia.

rotibuaya

Salah satu pameran dari Indonesia (Kalimantan)

Berbagai macam kerjainan tangan dari Kalimantan yang terdiri dari : Lempit Rotan, Tas Rotan Dayak, dan Seraung (pelindung kepala khas Kalimantan)

pamerankhaskalimantan

Batik dan kain Songket dari berbagai macam daerah

batikdankainsongket

Penari Bali

penaribali

Menurut saya acara tersebut sangat bermanfaat, selain kita bisa menyantap makanan. Dan para WNA akan mengetahui sedikit banyak tentang Indonesia.

Karena, menurut pengalaman saya ada beberapa orang menanyakan : “kamu dari mana ?” saya jawab  :”dari Indonesia”.

Kemudian mereka menanyakan lagi : “Dimana itu Indonesia ?” haduh saya juga males bikin panjang lebar jadinya saya jawab : “Indonesia itu berdekaan dengan Australia dan Malaysia, dan negara yang mempunyai kepulauan terbanyak di dunia”.

Nah dengan adanya acara Couleurs d’Indonésie semua orang pasti sudah tau dimana itu Indonesia. 😀

Kirim koment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.